Kementerian PUPR Gandeng Bank Dunia, Pembiayaan Rumah

Jakarta, mpi-update. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan menggandeng Bank Dunia untuk Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis ...

  • propertidata
  • 2016.10.06
  • 401

    view

  • Kementerian PUPR Gandeng Bank Dunia, Pembiayaan Rumah

    Jakarta, mpi-update. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan menggandeng Bank Dunia  untuk Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dalam memperoleh rumah bersubsidi.

    Saat ini Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan tengah melakukan pertemuan dan pembahasan yang intensif dengan Bank Dunia guna mewujudkan program BP2BT.

    Program BP2BT ini, kata  Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, KemenPUPR, diperuntukan baik bagi pekerja formal mupun informal yang selama ini memiliki keterbatasan akses ke perbankan.

    “Kami tengah merancang program bantuan pembiayaan berdasarkan tabungan. Jadi pekerja informal diharuskan menabung terlebih dahulu dengan jangka waktu tertentu sekitar enam bulan sampai satu tahun. Setelah mencapai jangka waktu yang ditentukan maka pekerja informal dapat memperoleh bantuan dari pemerintah berupa uang muka”, ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, KementerianPUPR, Maurin Sitorus melalui rilis yang diterima mpi-update Kamis 06/10/2016).

    Adapun kerja sama dengan Bank Dunia berupa bantuan untuk pembiayaan perumahan bersubsidi sebesar USD197 Juta. Rencananya Program BP2BT ini akan menargetkan sebanyak 715.000, unit rumah bersubsidi untuk MBR. Rata – rata bantuan yang akan diberikan untuk MBR ini diperkirakan sebesar Rp. 27 juta rupiah per rumah tangga.

    Progam kerjasama dengan Bank Dunia ini tidak hanya menyangkut pogram BP2BT akan tetapi juga menyangkut bantuan teknis lainnya. Seperti misalnya untuk konsultansi Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). “Kami saat ini sedang membahas tentang Peraturan Pemerintah tentang Tapera.

    Tapera ini harus sudah diimplementasikan pada Maret 2018. Apabila ada masukan dari Bank Dunia, kami persilahkan”, ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian PUPR, Maurin Sitorus, ketika rapat bersama dengan Bank Dunia, pada hari Rabu (5/10).

    Untuk program BP2BT ini rencananya pemerintah juga akan menggandeng beberapa Bank pelaksana. Ada beberapa bank yang berpotensi untuk ikut serta dalam program BP2BT diantaranya, Bank BRI, Bank Artha Graha, dan Bank BTN. Selain itu, Program ini akan melibatkan juga lembaga asuransi atau jaminan lainnya, seperti Jamkrindo.

    Task Team Leader dari Bank Dunia, Taimur Samad meminta pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan menyiapkan hal – hal lainnya, seperti Kepmen (Keputusan Menteri), Permen (Peraturan Menteri) maupun SK (Surat Keputusan) dan peraturan lainnya.

    mpi-update.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci