Kinerja Bisnis Properti Menurun, Hati2 Industri Keramik  

Seiring perlambatan pertumbuhan industri properti di Tanah Air, industri penyokongnya, yaitu industri keramik, juga terkena imbasnya. Kondisi pasar yang melesu, ditambah kurangnya sokongan pemerintah memperburuk ...

  • propertidata
  • 2016.10.06
  • 58

    view

  • Kinerja Bisnis Properti Menurun, Hati2 Industri Keramik   

    Seiring perlambatan pertumbuhan industri properti di Tanah Air, industri penyokongnya, yaitu industri keramik, juga terkena imbasnya. Kondisi pasar yang melesu, ditambah kurangnya sokongan pemerintah memperburuk keadaan.

    Seperti diulas Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Oktober 2016 disebutkan hingga semester pertama 2016 tercatat sebagai kinerja terburuk industri keramik di Indonesia. Ketua Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki), Elisa Sinaga, mengatakan, penjualan keramik pada semester per tama 2016 mengalami  penurunan sekitar 30 persen. Padahal, di semester pertama 2015, penjualan keramik juga mengalami penurunan sekitar 30 persen.

    “Kondisi yang sama kembali terjadi pada semester pertama 2016. Penjualan keramik di tahun ini, hanya mencapai ang ka sekitar 150 juta meter persegi sampai 170 juta meter persegi (m2),” kata Elisa kepada MPI di kantor ASAKI.

    Meski demikian, Elisa tidak menyebutkan nilai penjualannya. Dari penuturannya, industri keramik sama sekali tidak bergairah sejak tahun 2015 hingga sekarang (semester kedua 2016). Kondisi pada kuartal berjalan ini pun tidak menunjukkan adanya perubahan. Bahkan, penjualan industri keramik semakin anjlok 40% pada kuartal III-2016.

    Padahal, pebisnis keramik sebelumnya berharap penjualan bangkit kuar tal III, didorong pemulihan ekonomi nasional. “Tapi, yang terjadi malah sebaliknya, situasi ekonomi dan kondisi pasar belum pulih, sehingga industri keramik semakin tertekan. Tahun lalu, penjualan industri keramik sudah merosot 30%, dan tahun ini penurunan malah tambah menjadi 40%,” kata Elisa.

    Melihat kondisi terkini, dirinya pesimistis target penjualan tahun ini sebanyak 400 juta meter persegi (m2) tercapai. Bahkan, jika kondisi pasar tetap stagnan, kemungkinan penjualan hanya 350 juta m2, jauh di bawah kapasitas produksi terpasang sebanyak 550 juta m2. Lebih jauh Elisa menjelaskan, imbas dari turunnya penjualan, produksi keramik pun mengalami penurunan.

    Banyak produsen keramik memangkas tingkat pemanfaatan kapasitas produksi terpasang (utilisasi) sebesar 30-50%, seiring anjloknya penjualan dan tingginya stok barang jadi di gudang. “Kapasitas produksi kita total 550 ribu m2/tahun, namun saat ini kita memproduksi hanya sekitar 300 ribu m2/tahun,” sebutnya.

    Saat ini, dia menambahkan, stok keramik di gudang perusahaan mencapai 2-3 bulan produksi. Padahal, normalnya stok hanya 2 minggu hingga 1 bulan produksi. Bagi industri yang sudah tidak kuat, mereka memilih menghentikan produksi untuk sementara. Namun, ada juga yang menjual keramik di bawah harga produksi ke pasar.

    “Beberapa perusahaan keramik juga memangkas harga jual dibawah biaya produksi untuk memompa penjualan sekaligus menguras stok. Daripada setop total lebih besar biayanya, tapi kapasitasnya Tidak bisa penuh. Kami minta pemerintah memperhatikan kondisi seperti ini. Supaya industri keramik bisa bertahan” ungkap Elisa. Versi digital MPI dapat diakses melalui http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia atau https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia. Lebih praktis dan lebih ekonomis.

    mpi-update.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci