Program Sejuta Rumah Akan Dicanangkan Oleh Presiden di Semarang

Big Banner

(Berita Daerah – Nasional) Kepala Pusat Komunikasi Publik, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Djoko Mursito pada hari Kamis (23/4) mengatakan bahwa program satu juta rumah akan dicanangkan oleh Presiden RI pada 29 April 2015 di Semarang.

Realisasi program satu juta rumah terdiri dari 603.516 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 396.484 unit rumah untuk Non MBR. Dari total jumlah MBR, tahap I dibangun sebanyak 331.693 unit, tahap II dibangun 98.020 unit dan tahap III dibangun 173.803 unit.

Pada tahap pertama saat ini sedang dibangun 22.810 unit. Pada saat pencanangan tanggal 29 April nanti akan dilakukan ground breaking sebanyak 103.135 unit rumah, dan sisanya setelah pencanangan akan dibangun 205.748 unit.

Pencanangan itu akan dipusatkan di kawasan industri di Ungaran, Kabupaten Semarang.  Momentum pencanangan akan dirangkai dengan Hari Buruh Nasional 2015. Kegiatan ini dilaksanakan serempak di 8 (delapan) provinsi oleh Gubernur didampingi Bupati atau Walikota yang lokasinya terpilih mewakili pembangunan perumahan di wilayahnya.

Sementara itu kegiatan saat pencanangan yaitu pelaksanaan groundbreaking dan peletakan batu pertama pembangunan 2 tower rumah susun sewa untuk pekerja atau buruh di Kabupaten Semarang dengan kapasitas 184 unit sarusun. Selanjutnya pelaksanaan launching kebijakan pembiayaan perumahan.

Kebijakan pembiayaan perumahan tersebut dalam bentuk penurunan suku bunga KPR-FLPP dari 7,25% menjadi 5% dengan masa kredit sampai dengan 20 tahun bagi MBR, pemberian bantuan uang muka sebesar Rp. 4 juta kepada MBR yang akan membeli rumah pertamanya melalui KPR-FLPP, penurunan pembayaran uang muka oleh MBR kepada bank pelaksana dari 5% menjadi 1% untuk KPR FLPP rumah susun, serta penyerahan secara simbolik surat persetujuan kredit kepada MBR oleh Bank BTN.

Pada kegiatan tersebut juga akan dilaksanakan beberapa MoU yaitu diantaranya penandatanganan MOU antara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional tentang Percepatan Penyediaan Rumah Umum Bagi PNS di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional dan Pemerintah Daerah.

Selain itu juga ada penandatanganan MOU antara BPJS-T dengan Gubernur Jawa Tengah tentang pembangun rumah susun sewa oleh BPJS-T untuk pekerja/buruh di Jawa Tengah.

Pembiayaan program satu juta rumah terdiri dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp 8,1 triliun, BPJS Ketenagakerjaan Rp 48,5 triliun, Bapeprtarum – PNS Rp 3,1 triliun, PT Taspen Rp 2 triliun, Perum Perumnas Rp 1 triliun dan FLPP Rp 5,1 triliun. Kebutuhan pembiayaan tersebut telah memperhitungkan penurunan suku bunga KPR FLPP dari 7,25% menjadi 5%, dan penurunan uang muka menjadi 1%.

Akbar Buwono/Regional Analyst at Vibiz Research/VM/BD-PU
Editor : Eni Ariyanti
image: ant

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me