Yogyakarta Banjir, Aktivis Salahkan Maraknya Pembangunan

Big Banner

Bencana banjir yang menerjang permukiman warga di Kota Yogyakarta sejak Rabu malam (22/4) membuat heran warga setempat karena Yogyakarta sebenarnya bukanlah daerah rawan banjir. Sebanyak 27 titik banjir yang merupakan imbas dari meluapnya Sungai Code, Kali Gajah Wong, dan Kali Winongo. 

Aktivis lingkungan Asad Dodo pun angkat bicara dan menuding bahwa banjir yang tidak biasa itu disebabkan karena daerah resapan yang semakin berkurang. Hal ini terjadi karena pembangunan hotel dan apartemen di Yogyakarta yang semakin marak dan tidak terkendali di kota pelajar tersebut. 

“Kemarin hujannya biasa saja tapi banjirnya luar biasa. Masyarakat pada kaget, tidak ada yang mengira,” ujar Dodo, seperti informasi yang diterima Rumahku.com

Dodo menambahkan bahwa banjir di Yogyakarta sudah seperti di Bogor dan Jakarta, dimana banyaknya pembangunan di Bogor membuat daerah resapan air hilang sehingga air hujan mengalir di Jakarta dan menyebabkan banjir. 

Ia pun khawatir jika banjir di Yogyakarta akan semakin besar tahun depan karena pemerintah telah mengeluarkan banyak izin pembangunan hotel dan apartemen, sehingga semakin mengurangi daerah resapan air. 

“Tahun depan saya rasa banjirnya lebih besar lagi karena apartemen dan hotel sudah pada dibangun,” pungkasnya.

 

rumahku.com