Investasi Properti Pergudangan di Banjarmasin Bergairah

Big Banner

Bisnis.com, JAKARTA–Keseriusan Pemerintah Kota Banjarmasin menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kalimantan Selatan dan Surat Keputusan Wali Kota Nomor 18 Tahun 2009 berdampak positif terhadap permintaan pergudangan di sekitar wilayah Jl Gubernur Soebarjo (Lingkar Selatan), Banjarmasin.

Pasalnya, amanat Perda Nomor 5 Tahun 2013 tentang RTRW menyatakan kawasan Lingkar Selatan diperuntukkan menjadi area pergudangan baru.

Selanjutnya, Surat Keputusan Walikota Nomor 18 Tahun 2009 mengatur jam operasional mobil barang dilarang masuk kota pukul 06.30-09.00 WITA dan 15.00-18.00 WITA.

“Tujuannya untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di dalam kota, terutama pada jam-jam sibuk. Kebijakan ini sekaligus mendorong agar para pengusaha segera memindahkan aktivitas pergudangannya dari dalam kota ke kawasan-kawasan yang sesuai RTRW,” tutur Andre Prayogo, Project Manager BizPark Banjarmasin melalui siaran pers, Sabtu (25/4/2015).

Ke depan, sambungnya, Pemkot Banjarmasin lebih mempertegas ancaman sanksi atas pelanggaran SK Walikota ini, agar para pengusaha, khususnya yang memiliki gudang dalam kota segera merelokasi aktivitas bisnisnya.

Ketegasan Pemko Banjarmasin ini tentunya  memberikan dampak positif kepada para pengembang kawasan pergudangan di sepanjang jalur Lingkar Selatan, salah satunya adalah Kawasan Pergudangan BizPark Banjarmasin.

Dari segi lokasi, menurut Andre, pemilihan Jl. Gubernur Soebarjo sebagai kawasan pergudangan merupakan keputusan tepat. Pasalnya, akses ini menjadi jalur antara Bandara Syamsudin Noor dan Pelabuhan Trisakti.

“Secara lokasi, BizPark mudah diakses dan relatif tidak jauh dari pusat kota (Banjarmasin). Tentunya hal ini sangat memudahkan pendistribusian barang tidak hanya ke Banjarmasin, tetapi juga ke kota-kota lain di Kalimantan,” terangnya.

Menurutnya, sejak dipasarkan pada  2012, tingkat kenaikan harga gudang, ruko dan kavling di BizPark Banjarmasin mencapai 10% – 15% per tahun.

“Para pengusaha dan investor (konsumen) kawasan industri ini, terutama pembeli tahap 1, telah mengantongi keuntungan sekitar 50 persen dari harga tanah dan bangunan unit gudangnya,” ujar Andre.

Hal inilah, lanjutnya, yang membuat permintaan unit gudang di BizPark Banjarmasin meningkat, terutama dalam 6 bulan terakhir.

Pada akhir April, perusahaan pun meluncurkan 9 unit gudang seharga Rp2,9 miliar, ruko seharga Rp1,2 miliar dan kavling siap bangun yang dibanderol Rp2 miliar.

properti.bisnis.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me