Rumah Seharga Rp 500 Juta-Rp 700 Juta di Serpong Sangat Diminati

Big Banner

SERPONG, KOMPAS.com — Kebutuhan masyarakat akan perumahan terus meningkat. Tidak hanya untuk tempat tinggal, hunian juga merupakan sarana investasi dan tempat berkarya.

Promotion & Marketing Director PT Surya Agung Realti Andreas Audyanto mengatakan, dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi kelas menengah, rumah-rumah dengan harga Rp 500 juta hingga Rp 700 juta saat ini sangat diminati di Serpong.

“Di daerah BSD misalnya, sudah sangat sulit mendapat rumah di bawah harga Rp 1,5 miliar. Padahal kebutuhan untuk mendapatkan hunian Rp 400 jutaan cukup tinggi,” ujar Audy, Senin (20/4/2015).

Audy menuturkan, meski memiliki anggaran terbatas, masyarakat tetap mencari hunian dengan konsep, kenyamanan, teknologi, dan fasilitas yang memadai. Hal tersebut terbukti pada peluncuran kluster Fresia dan Ludisia di Botanica Valley di Serpong, yang disambut antusias.

Pada penjualan tahap pertamanya, Botanica Valley terjual habis (100 persen) dengan kompetisi nomor urut pemesanan (NUP) sangat ketat. Dalam satu hari saja, unit di Botanica Valley habis terjual sebanyak 131 unit. Berkat itulah, proyek Botanica Valley meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan prestasi penjualan tercepat.

“Rekor untuk kategori ini merupakan yang pertama di Indonesia,” ujar Osmar, mewakili pihak MURI, sesaat setelah penyerahan sertifikat di Alam Sutera, Serpong, Sabtu (24/1/2015).

Hari ini, Botanica Valley kembali menawarkan kluster terbarunya, Clivia. Dari 79 unit yang dipasarkan, NUP hingga saat ini sudah mencapai 239 nama. Hunian yang terdiri dari tipe 42 dan tipe 69 ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 470 juta.

“Kami tawarkan unit-unit mewah dengan fasilitas lengkap dan harga terjangkau. Perumahan seluas 6 hektar ini dikembangkan dengan komposisi 65 persen ruang terbuka hijau dan 35 persen bangunan,” ujarnya.

Botanica Valley dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV). Rumah di Botanica Valley juga memiliki konsep smart home menggunakan jaringan fiber optik. Artinya, setiap pemilik rumah nantinya akan mendapat sebuah PIN pribadi untuk mengakses perangkat elektronik di rumah mereka.

Proyek hunian tersebut juga dilengkapi teknologi mutakhir untuk memenuhi kebutuhan captive market, yaitu kalangan eksekutif dan keluarga muda. Bekerja sama dengan Telkom, Botanica Valley dipilih sebagai proyek percontohan kedua setelah Bali Resort Serpong.

properti.kompas.com