Enam Kota Disiapkan Jadi Smart City

Big Banner

BANDUNG, KOMPAS.com – Hingga 2016 mendatang, PT Telekomunikasi Selular berencana mendukung pembangunan enam kota cerdas (smart city) di Indonesia melalui pelayanan teknologi informasi dan komunikasi atau information, communication and technology  (ICT) terintegrasi.

Menyusul Bandung, dan Bogor, adalah Surabaya, Makassar, Banda Aceh, dan Balikpapan. Dua kota pertama sudah mulai berjalan dengan Bandung Command Center, dan Bogor Green Room. Empat lainnya akan menyusul tahun ini dan tahun 2016.

Vice President Technology and System PT Telekomunikasi Seluler Ivan Cahya Permana, mengungkapkan rencana penerapan ICT guna mendukung implementasi konsep kota cerdas kepada Kompas.com, di Bandung, Kamis (23/4/2015). 

“Teknologi ICT yang kami kembangkan untuk mendukung implementasi konsep kota cerdas akan disesuaikan dengan kondisi kultur, psikologi masyarakat, dan dinamika kota yang bersangkutan,” tutur Ivan.

Di Banda Aceh, contohnya, kental sebagai kota religius. ICT harus disesuaikan dengan kondisi religiusitas tersebut. Ivan mengatakan, nama sistem ICT terintegrasinya mungkin bisa jadi Banda Aceh Islamic Control Room.

“Semua aspek akan kami pertimbangkan, supaya teknologi ICT tidak berjarak dengan masyarakat setempat, melainkan mampu menjadi booster dan pendukung implementasi konsep kota cerdas,” tandas Ivan.

Dalam mendukung pengembagan ICT ini, lanjut Ivan, pihaknya memanfaatkan dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan. 

Untuk ICT Bandung Command Center, menurut Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, ndari total dana yang sudah digelontorkan senilai Rp 25 miliar, sebagian besar dari PT Telekomunikasi Indonesia.

Sementara ICT Bogor Green Room, kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menela daa sekitar Rp 5 miliar. Sebagia besar dana juga berasal dari CSR PT Telekomunikasi Indonesia. 

Bagaimana dengan Banda Aceh?

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, memastikan ruang pengendali operasional kota akan rampung dibangun pada akhir 2015.

“Dana pengembangan infrastruktur dan ICT pendukungnya juga disediakan PT Telekomunikasi Indonesia. Namun begitu, kami masih membuka peluang untuk investor lainnya masuk dan bersama-sama mengembangkan implementasi konsep kota cerdas,” ujar Illiza.

Konsep kota cerdas sendiri tengah menjadi isu utama dalam pertemuan kota cerdas Asia Afrika atau Asia Africa Smart City Summit (AASCS) 2015. Pertemua ini diselenggarakan selama dua hari Rabu dan Kamis, 22-23 April 2015.

AASCS 2015 merupakan perhelatan kota cerdas perdana bertujuan untuk berbagi pengetahuan di antara negara-negara Asia Afrika dalam memahami persoalan kota, dan diharapkan dapat memecahkan masalah-masalah regional, serta meningkatkan kerjasama dan kolaborasi di antara bangsa-bangsa di kawasan selatan-selatan untuk mengembangkan kemajuan peradaban.

AASCS 2015 diikuti oleh 409 peserta, termasuk 13 wali kota dari Indonesia, dan 13 wali kota dari mancanegara. Selain itu, hadir juga partisipan dari 39 negara, dan 69 kota di Asia Afrika. Mereka berasal dari berbagai latar belakang berbeda, mulai akademisi, pengelola kota hingga pelaku industri.
 
 

 

properti.kompas.com