Habitat for Humanity: Dunia Alami Krisis Rumah Layak Huni

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Habitat for Humanity menyebutkan lebih dari 827 juta orang di seluruh dunia tinggal di daerah kumuh perkotaan, angka ini diperkirakan menjadi 1 miliar pada tahun 2020 nanti ...

  • propertidata
  • 2016.10.08
  • 829

    view

  • Habitat for Humanity: Dunia Alami Krisis Rumah Layak Huni

    Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Habitat for Humanity menyebutkan lebih dari 827 juta orang di seluruh dunia tinggal di daerah kumuh perkotaan, angka ini diperkirakan menjadi 1 miliar pada tahun 2020 nanti. Dampaknya, setiap tahun akan terdapat lebih dari 1,8 juta anak-anak yang meninggal karena air kotor dan sanitasi buruk.

    Managing Director Lamudi Indonesia Mart Polman menambahkan laporan terbaru yang disampaikan Mckinsey mengatakan kesenjangan perumahan layak saat ini mencapai $ 650 juta per tahun dan angka ini akan terus bertambah karena urbanisasi akan menyebar di kota-kota di seluruh dunia.

    "Diperkirakan, biaya yang dibutuhkan untuk mengurangi masalah kekurangan hunian mencapai 9-11$ trilyun diseluruh dunia. Namun ada beberapa ide yang dapat dilakukan untuk mengurangi besarnya dana yang dibutuhkan, yakni dengan cara membuka lahan baru, mengurangi biaya kontruksi yang besar, meningkatkan pemeliharaan, dan menurunkan biaya pendanaan bagi pembeli dan pengembang," katanya dalam siaran pers, Jumat (7/10/2016).

    Polman mengatakan banyak negara telah sukses mengeksekusi proyek reklamasi, misalnya, Singapura, Denmark, Belanda, Mesir, Kenya, Jepang dan Tiongkok. Sejak abad 19, Jepang telah mereklamasi 25.000 hektare di Tokyo Bay.

    Namun, tentu saja hal tersebut mendatangkan kritik dari aktivis lingkungan karena reklamasi merusak kehidupan laut dan para nelayan mengklaim hal tersebut juga mempengaruhi penghasilan mereka.

    Sedangkan mengurangi biaya konstruksi bisa ditempuh dengan membangun bangunan hijau. Sebuah pengembang hunian sederhana bisa menghemat hingga US$24 per meter persegi dengan menggunakan structurally insulated panels (SIPs). dengan menggunakan SIP tersebut pengembang juga bisa menghemat biaya material dan biaya pekerja.

    Masyarakat juga bisa menghemat energi, biaya operasi serta pemeliharaan dengan penggunaan jendela berteknologi baru. Mengenai biaya pendanaan, di masa yang akan datang diharapkan bank bisa memberikan pinjaman kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

    Pemerintah juga bisa membantu dengan membangun banyak hunian terjangkau yang lebih kecil risikonya untuk mengurangi besarnya dana pembiayaan yang dibutuhkan, pembangunan hunian terjangkau ini juga membantu rakyat kecil untuk bisa melunasi pembelian rumah.

    “Krisis kekurangan hunian benar-benar membutuhkan perhatian. Jika pemerintah yang ada di dunia ini tidak menanggapinya dengan serius, sudah pasti akan menimbulkan konsekuensi yang sangat berat,” katanya.

    properti.bisnis.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci