Belly of The Beast’, Menara dari Karet Ban

Big Banner

KOMPAS.com – Sisa karet ban yang biasanya dibuang kini dapat dikreasikan menjadi seperti mantel berbulu untuk menyelimuti sebuah menara. Properti unik yang diciptakan oleh mahasiswa arsitektur, Matt Ritani dan Declan Burn ini berlokasi di pedesaan di New Zealand.

Pasangan mahasiswa pascasarjana asal Victoria University, Wellington, New Zealand ini menciptakan “Belly of the Beast” dengan membayangkan ‘hal bodoh’ dalam kombinasi antara arsitektur dengan seni pahat. Material awal yang membentuk struktur menara berukuran 12 meter ini diciptakan dengan keinginan menggunakan semua komponen daur ulang.

“Jeremy Till menulis semua arsitektur adalah bangunan yang akan terbuang seiring perjalanan. Atas dasar tersebut, penting bagi kami untuk menempatkan konstruksi yang “bodoh” dalam proses perakitan masa depan. Kebodohan yang kami maksud adalah material temporer yang bertransformasi menjadi barang berguna dan masuk akal lainnya,” ujar mereka mengacu pada seorang arsitek asal Inggris yang membuat Central Saint Martins Art College.

Dengan pemikiran tersebut, tapak karet ban dipilih untuk bangunan eksterior. Karet ban tersebut ditempatkan terbalik dan berlapis di sekitar dinding menara untuk membuat permukaan bertekstur aneh. Hal ini juga akan membuat adanya pergerakan pada dinding bila mendapatkan sentuhan.

Ketika nantinya bangunan ini dibongkar, elemen tersebut dapat dikirimkan ke pusat penghancuran ban yang berbasis di Auckland. Karet ban yang telah diolah kembali tersebut pun dapat didonasikan untuk sebuah sekolah penunggangan kuda lokal sebagai lantai arena berkuda.

“Serpihan karet lebih nyaman untuk kuda. Dibandingkan hanya sekadar mendaur ulang, kami mencoba meningkatkan nilai jualnya. Kami ingin berkontribusi untuk kebaikan masyarakat,” lanjut Ritani dan Burn.

Bangunan menara ini memiliki bentuk yang sempit dengan ujung meruncing. Sebuah pintu di dasarnya mengarah ke dalam, di mana tempat duduk mengitari sebuah pemanggang daging kecil. Sementara bukaan yang terdapat di puncak menara berfungsi sebagai cerobong asap.

Berbeda dengan karet hitam yang dijadikan sebagai eksterior bangunan, bagian dalam menara didominasi warna cat merah terang dan juga berlantaikan kulit kayu merah.

Sebuah tangga yang disandarkan ke dinding menara memungkinkan pengunjung ke sebuah jendela tersembunyi di bagian tengah. Hal ini memungkinkan pengunjung untuk melihat lingkungan pedesaan di luar dari atas.

Menara ini tidak dibangun di lokasi untuk memudahkan instalasinya. Lima komponen modular merupakan hasil prefabrikasi sebelum diangkut ke situs dan dirakit dengan derek. Struktur ini sendiri akan berada di New Zealand selama 12 bulan.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me