Bisnis Masih Cetak Untung Meski Beban Meningkat, Saham CTRA Berpotensi Sideways

Big Banner

Salah satu emiten real estate Indonesia, PT Ciputra Development Tbk membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar Rp 1,42 triliun pada kuartal I 2015 atau naik 18,4% dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 1,2 triliun. Meskipun demikian, laba bersih perseroan hanya naik tipis 0,07% menjadi Rp 227,83 miliar dari yang sebelumnya Rp 227,65 miliar.

Adapun rinciannya adalah beban pokok penjualan naik 20,5% menjadi 752,31 miliar dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp 624,07 miliar. Sementara itu, laba kuartal pada kuartal awal tahun ini mencapai Rp 671,82 miliar, naik 16,1% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 578,23 miliar. Adapun laba usaha perseroan hingga Maret 2015 mencapai Rp 330,55 miliar atau tumbuh 18,8% dari yang sebelumnya Rp 392,88 miliar.

Pada awal tahun ini, CTRA harus menanggung beban keuangan yang terdiri dari bunya yang dibayar dan harus dibayar dari hutang bank, hutang obligasi, wesel bayar, dan liabilitas keuangan lainnya dengan jumlah yang lebih tinggi. Bila pada kuartal I-2014 beban keuangan sebesar Rp 59,41 miliar, maka pada awal tahun ini perseroan harus menanggung beban yang jauh lebih tinggi hingga Rp 104,89 miliar atau meningkat 76,55% dari periode sebelumnya.

Melihat kinerja keuangan hingga Maret 2015, CTRA memperoleh laba kotor sebesar Rp 671,82 miliar atau naik 16,18% dari periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 578,23 miliar. Selain itu, laba per saham dasar perseroan hanya meningkat tipis menjadi Rp 15,02 per saham dari yang sebelumnya Rp 15,01 per saham. Total aset CTRA hingga kuartal I-2015 mencapai Rp 24,11 triliun meningkat 3,56% dari periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai Rp 23,28 triliun.

Sementara itu, ROA dan ROE CTRA pada kuartal I-2015 mengalami peningkatan yang tidak begitu signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya dimana ROA pada kuartal I-2015 mencapai 1,40% dibandingkan kuartal I-2014 sebesar 1,39% dan ROE pada kuartal I-2015 menjadi 2,87% dari yang sebelumnya 2,84%. Ini menunjukkan bahwa kinerja CTRA tidak banyak berubah dari periode sebelumnya.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (4/5/2015), saham CTRA dibuka pada level 1400 setelah pada penutupan sebelumnya berada di posisi 1375 dan bergerak pada kisaran 1380 – 1400 dengan volume perdagangan saham CTRA mencapai 581 lot saham. Saat ini saham CTRA terpantau pada level 1385.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, saham CTRA mengalami gerakan yang fluktuatif sejak awal tahun akan tetapi pada pekan lalu saham CTRA anjlok selama 3 hari berturut-berturut ysng diakibatkan oleh aksi jual investor di bursa. Indikator Stochastic menunjukkan pergerakan menuju ke area jenuh jual setelah sebelumnya bergerak di area tengah. Indikator Average Directional Movement menunjukkan garis –DI berada di ats garis +DI serta garis ADX yang mendatar menggambarkan bahwa tren saham CTRA akan bergerak sideways cenderung melemah terbatas.

Dengan kondisi teknikalnya, diperkirakan saham CTRA akan cenderung bergerak sideways dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakkan CTRA. Rekomendasi trading hingga akhir hari ini berada pada taegt support di level 1368 hingga resistence di level 1408.

 

 

Seno Kuncoro/VMN/VBN/Analyst-Vibiz Research Center
Editor: Jul Allens

vibiznews.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me