IPW: Pasar Hunian Menengah-Bawah 2015 Tetap Tumbuh

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Banyak kalangan menyebut sektor properti tengah lesu. Tapi menurut Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, hal itu tidak bisa dipukul rata. “Penurunan penjualan properti tahun 2014 sebesar 72 persen itu hanya untuk segmen kelas atas, sementara untuk properti kelas menengah-bawah tahun 2015 ini justru ada kenaikan sebesar 12 persen,” ujarnya.

Ali Trahangda

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda

Makanya dalam situasi seperti sekarang ia menyarankan agar para developer menggarap preperti yang pasarnya lebih konkrit, kelas menengah-bawah itu. “Jadi pengembang harus lebih membumi-lah, memenuhi kebutuhan riil pasar,” ujarnya di Jakarta, Kamis (7/5).

Ali mencontohkan kawasan Serpong, Tangerang, Banten. Menurut dia sebenarnya banyak orang yang ingin membeli hunian di daerah sana, tapi karena harga hunian termurahnya sudah mencapai Rp2 miliar maka tidak banyak konsumen yang menjangkau.

“Lihat pengembang APERSI yang bangun rumah Rp100 juta-Rp200 juta, habis semua. Karena big market-nya di sini, beli rumah untuk dihuni bukan untuk investasi. Makin ke bawah target pasar propertinya, permintaannya semakin banyak,” imbuhnya.

Terkait para pengembang yang menyebut bahwa pelemahan pasar belakangan karena adanya regulasi pemerintah yang tidak mendukung, seperti beleid loan to value (LTV) yang dikeluarkan Bank Indonesia, dan wacana pemberlakuan pajak barang mewah (PPnBM) untuk properti seharga Rp2 miliar ke atas, menurut Ali hal itu juga hanya berpengaruh untuk properti segmen atas.

housing-estate.com