Kerusakan Jalan di Jakarta Barat dan Timur Paling Banyak

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Konsep smart city yang diterapkan di Jakarta mulai berjalan. Warga sudah mulai memberikan masukan dan keluhannya melalui daring, seperti email, Twitter, dan sentra pengaduan. Menurut Dinas Bina Marga DKI Jakarta, dari media daring diketahui jalan rusak  di Jakarta mencapai 2.998 titik.

“Dari laporan itu, sebanyak  1.964 titik jalan rusak sudah kami perbaiki. Paling banyak terdapat di wilayah Jakarta Barat yang mencapai 1.033 titik dan sebanyak 703 titik sudah kami perbaiki di antaranya di ruas Jalan Arusna Selatan, Arjuna Utara, Tanjung Duren, Kedoya, Puri Kembangan, dan sebagainya,” ujar Suko Wibowo, Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Senin (11/5).

Kondisi jalan rusak di kawasan Jakarta Barat

Kondisi jalan rusak di kawasan Jakarta Barat

Di bawah Jakarta Barat titik kerusakan jalan terbanyak terdapat di Jakarta Timur. Menurut Suko, pihaknya menerima pengaduan jalan rusah sebanyak 588 titik. Dari jumlah itu  yang sudah diperbaiki sebanyak 251 titik. Perbaikan dilakukan antara lain di Jalan Bekasi Timur, Jalan Otista, Jalan Pemuda, dan Jalan Mataram. Perbaikan jalan yang dilakukan masih tambalan sementara untuk menutup lubang yang membahayakan pengguna jalan.

Di Jakarta Selatan laporan yang masuk sebanyak 528 dan sudah diperbaiki sebanyak 314 titik dan 91 titik sisanya hingga saat ini masih dilakukan perbaikan secara bertahap. “Titik  jalan rusak di wilayah Jakarta Selatan yang sudah diperbaiki di Jalan Supomo, Jalan Saharjo, Jalan Mampang Prapatan, dan Pasar Minggu,” imbuhnya.

Di wilayah Jakarta Pusat jalan yang sudah diperbaiki sebanyak 333 titik dari 442 titik jalan rusak. Perbaikan dilakukan di Jalan Gunung Sahari, Senen Raya, Jalan Abdul Muis, Jalan Suprapto, dan Jati Baru. Saat ini masih tersisa sebanyak 109 titik jalan yang belum diperbaiki.

Wilayah Jakarta Utara terdapat 407 titik jalan rusak dan sudah dilakukan perbaikan  sebanyak 363 titik.  Yaitu di Bulevar Raya dan Bulevar Barat Kelapa Gading, Plumpang, Jalan Bugis, dan Jalan Yos Sudarso. Suko menyebut perbaikan sementara dengan sistem tambal ini dapat bertahan selama tiga bulan dan hanya satu bulan bila sering dilalui kendaraan berat.

“Anggaran kami untuk tahun ini mencapai Rp350 miliar untuk digunakan perbaikan jalan, saluran, trotoar, fly over, underpass, jembatan, hingga jalur Transjakarta yang berskala kecil. Saat ini kami sudah memulai proses lelang untuk melakukan pemeliharaan jalan secara permanen dengan hotmix maupun betonisasi. Kalau pemenang lelang sudah ditentukan, pemeliharaan berat langsung bisa dilakukan,” tandas Suko.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me