Properti Indonesia Memasuki Era “Green Buidling”

Big Banner

Jakarta – Properti Indonesia tengah memasuki era bangunan hijau yang ramah lingkungan (green building). Standardisasi ramah lingkungan dari prinsip-prinsip yang menopang “green building” dinilai semakin meningkat.

Mengutip siaran pers dari portal properti Lamudi Indonesia, diketahui terdapat tiga tren utama dalam tema green building pada 2015. Keiga tema itu, menurut Managing Director Lamudi Steven Ghoos, terdiri atas teknologi hijau, bahan alami, dan konstruksi bangunan.

“Teknologi hijau memungkingkan adanya desain konstruksi yang hemat energi dan mencegah emisi gas rumah kaca,” ujar Steven.

Dia mencontohkan salah satu konsep green building adalah desain ventilasi menyilang untuk mendapatkan cahaya natural dan udara dari luar bebas masuk. Lalu, bahan atap yang dingin dapat menjadikan ruangan di dalam rumah menjadi lebih sejuk,

Tema berikutnya adalah bahan alami. Dalam tema ini, gedung green building menggunakan bahan – bahan alami, seperti cat berbahan organik yang dapat mengeliminasi polusi dan kontaminasi udara. “Sementara itu dalam tema konstruksi bangunan berkelanjutan, gedung green building dibangun sedemikian rupa sehingga tidak berpengaruh buruk terhadap lingkungan. Di samping itu, juga sudah memastikan standar keamanan bagi penghuni,” papar Steven.

Tren utama tema green building diyakini akan menjadi kecenderungan pada masa mendatang. “Evolusi ini berpotensi memicu ekosistem baru dalam bisnis yang fokus pada bangunan hijau. Semua pihak, dari arsitek hingga pemasok bahan untuk perusahaan konstruksi, akan menyesuaikan dengan pendekatan green building,” tegas Steven.

Dikutip dari siaran pers yang sama, Direktur dan Interior Designer dari PT Mega Interindo Amalia Monica mengatakan, properti komersial di Indonesia telah memasukkan prinsip-prinsip green building.

“Tuntutan mereka terhadap konsep interior dengan standarisasi ramah lingkungan telah meningkat. Bukan hanya tentang bahan yang dapat digunakan kembali dan bahan yang ramah lingkungan, tetapi juga pada penyediaan bahan dan distribusi pembangunan yang hemat energi,” papar Amalia.

PR/Pamudji Slamet/FER

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me