Pendapatan & EBITDA Kuartal 1 LPCK Tumbuh 10% & 22%

Big Banner

Cikarang, mpi-update. PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mengumumkan hasil keuangan untuk kuartal yang berakhir pada 31 Maret 2015 melaporkan Pendapatan kuartal pertama mencapai Rp518 miliar, naik 10% dibanding periode yang sama tahun lalu (yoy).

Siaran pers yang diterima mpi-update.com Senin (4/05) menyatakan laba Bruto LPCK untuk kuartal pertama meningkat sebesar 7% (yoy) menjadi Rp277 miliar dari Rp260 miliar pada tahun 2014, EBITDA tumbuh sebesar 22% (yoy) menjadi Rp279 miliar sementara laba bersih naik 21 % menjadi Rp275 miliar dari Rp227 miliar untuk periode yang sama  tahun sebelumnya.

Pendapatan dari Hunian, Ruko dan Apartemen tumbuh 11% menjadi Rp474 miliar dari Rp427 miliar di periode yang sama tahun 2014 atau menyumbang 91% dari total Pendapatan. Pendapatan dari Divisi Industri dan Komersialsebesar Rp275 miliar menyumbang 53% terhadap total Pendapatan.

EBITDA tumbuh sehat sebesar 22% menjadi Rp279 miliar di kuartal I2015 dari Rp230miliar di periode yang sama 2014, kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan Pendapatan yang kuat.  Total Aset tumbuh 19% tumbuh sehat menjadiRp4,6 triliun dar Rp3,9 triliun pada akhir tahun 2014.

Total Marketing Sales kuartal I 2015 mencapai Rp1,276 triliun sehingga LPCK optimis mencapai target Marketing Sales tahun 2015 sebesar Rp2,5 triliun atau tumbuh sebesar 67% (yoy). Hasil kuartal I telah memenuhi harapan kami ditengah melemahnya daya beli domestik serta adanya peraturan KPR yang lebih ketat. Secara keseluruhan aktifitas bisnis serta profitabilitas usaha tetap berlangsung dengan baik sepanjang kuartal pertama 2015.

Meow Chong Loh, Presiden Direktur LPCK  mengatakan: “Kami gembira dapat melaporkan pertumbuhan Pendapatan dan Laba Bersih untuk periode kuartal I 2014. Hal ini menunjukkan bahwa kami telah menuai manfaat dari visi jangka panjang serta skala investasi LPCK di bidang infrastruktur  yang pada gilirannya menjadi dasar pertumbuhan dan profitabilitas dari unit bisnis kami.

Pendapatan Recurring LPCK turun sebesar 2% (yoy) menjadi Rp44 miliar dan memberikan kontribusi sebesar 9% dari total pendapatan Perseroan di kuartal I tahun 2015.

LC telah menyiapkan proyek Orange County yang dipersiapkan sebagai proyek yang berkesinambungan untuk pertumbuhan masa depan,” kata Meow Chong Loh, Presiden Direktur LPCK.

Orange County adalah world class mixed used – the Globally Connected City yang menjadi pusat bisnis dan gaya hidup di Koridor Timur Jakarta. Orange County dikembangkan dilahan seluas 322 hektar dengan  82,3 hektar  untuk Lippo Central Business District (Lippo CBD) dan pembangunan mega konstruksi seluas 16,5hektar dengan nilai investestasi Rp250 triliun. Hingga saat ini sudah tiga apartemen yang diluncurkan yaitu Invine Suites, Westwood Suites dan Pasadena Suites yang langsung terjual saat Grand Preview.

LPCK adalah pengembang kawasan perkotaan dengan luas sekitar 3.000 hektar dimana industry sebagai basis ekonomi. LPCK telah berhasil membangun lebih dari 14.000 hunian, dengan penghuni 45.000 orangdan 400.000 orang yang bekerja setiap hari di pabrik, ada  disekitar 820 perusahaan manufaktur yang tersebar di kawasan industri Lippo Cikarang.

LPCK merupakan Anak Perusahaan PT Lippo KarawaciTbk (LPKR). LPKR adalah perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah Aset dan Pendapatan, yang tercatatdi Bursa Efek indonesia, dan didukung oleh landbank yang  serta Recurring Income yang solid. Bisnis LPKR terdiri Residensial / Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management.

LPCK adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan memiliki Kapitalisasi Pasar sebesar  Rp 9 triliun atau setara US$ 743 juta pada 24 April 2015

mpi-update.com