BBM Naik, Minat Beli Rumah Turun Sampai 80 Persen

Big Banner

MAKASSAR- Kenaikan harga BBM berdampak signifikan pada bisnis properti khususnya penjualan rumah di Makassar. Minat masyarakat membeli rumah turun sampai 80 persen dan diperkirakan terjadi sampai Agustus mendatang.

Wakil Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, Simon Rahman mengatakan, penurunan minat pembelian rumah diakibatkan naiknya harga rumah dan properti yang mencapai 15 persen. Selain itu, ramadan dan libur sekolah tahun ini membuat masyarakat lebih mengutamakan pembelian kebutuhan lain. “Untuk membeli rumah tidak menjadi prioritas,” katanya, Senin 8 Juli 2013.

Menurutnya, sepinya peminat pembelian rumah juga disebabkan kenaikan BI rate dari 5,75 persen menjadi 6 persen. Meskipun secara umum perbankan belum menaikkan suku bunga kredit akibat kenaikan BI rate tetapi perbankan makin ketat dalam memberikan penyaluran bantuan kredit perumahan . “Bank makin berhati-hati mengucurkan KPR,” ujarnya.

Akibat penurunan minat pembelian rumah sampai 80 persen membuat DPD REI Sulsel melakukan koreksi target penjualan rumah, khususnya perumahan yang menyasar segmen menengah ke bawah. Koreksi penurunan target realisasi penjualan rumah oleh REI diperkirakan turun sampai dengan 20 persen. “Semoga ada wacana positif yang bisa menggenjot peningkatan penjualan,” ujarnya.

Kenaikan harga rumah menurut Simon memang menjadi keputusan yang dilematis. Simon yang juga Presiden Direktur Megah Mamminasata mengatakan, kenaikan harga rumah mutlak harus dilakukan sebab komponen untuk pembangunan perumahan mengalami kenaikan akibat kenaikan BBM.”Jauh sebelum BBM naik, harga bahan bangunan telah melambung naik,”.ucapnya.

Saat ini kenaikan harga rumah rata-rata berkisar 10 juta rupiah. Simon mencontohkan untuk harga rumah tipe 36 Rp 150 juta naik menjadi Rp 160 juta, untuk tipe 45, Rp 300 Juta naik menjadi Rp 310 juta. Kenaikan tersebut menurutnya dominan disumbang akibat kenaikan harga komponen bahan bangunan yang meroket seperti atap, genteng, cat, keramik, dan semen.

Ketua DPD REI Sulsel, Raymond Arfandi menambahkan, kenaikan harga properti dan perumahan disebabkan naiknya beberapa komponen penunjang perumahan. Namun kata Raymond, kenaikan tersebut tidak berarti membuat investasi properti menurun drastis. “Biasanya hanya berkisar 2-3 bulan setelah itu kembali normal,” ujarnya.

NAJAMUDDIN ARFAH

properti.tempo.co

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me