LTV Akan dievaluasi dan Asing Boleh Miliki Properti

Big Banner

Jakarta, mpi-update.  Gubernur Bank Indonesia  Agus Martowardojo belum lama ini mengatakan bank Indonesia akan memangkas  rasio pinjaman terhadap nilai properti  (Loan To Value). Hal ini bertujuan mendongkrat aktivitas ekonomi.  Sementara Menteri Keuangan berencana mengisinkan asing memiliki properti mewah di Indonesia.

Kebijakan LTV  mulai berlaku sejak 2013, itu dimaksudkan untuk mengerem jor-joran pemberian kredit properti dan otomatif. Khusus Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menurut kebijakan LTV menetapkan uang muka minimum (KPR) pada 30 persen untuk pembelian rumah pertama, 40 persen untuk pembelian rumah kedua, dan 50 persen untuk rumah ketiga.

Sementara, Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro mengatakan, pemerintah akan mengizinkan warga negara asing untuk memiliki apartemen mewah. “Rencana ini sangat baik untuk mendukung sektor properti,” ujar Bambang  belum lama ini.

Seperti diketahui saat ini, warga negara asing tidak diperbolehkan membeli properti di Indonesia, meskipun banyak yang melakukannya dengan menggunakan nama warga lokal.

Bambang juga menjelaskan bahwa keputusannya sebelumnya mengenai batasan harga untuk properti mewah sampai Rp 5 miliar seharusnya tidak membuat pembeli rumah kurang tertarik membeli properti karena pemerintah belum meningkatkan pajak barang mewah.

Para pembeli hanya telah diminta membayar pajak 5 persen yang dipotong dari pajak pendapatan tahunan mereka.

Sementara itu  asosiasi pengembang (REI) menyambut baik perubahan-perubahan ini.”Kami berharap perubahan-perubahan ini akan terjadi segera agar dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” ujar Eddy Hussy, ketua Real Estate Indonesia (REI).

mpi-update.com