Di Singapura, 80% WN Sudah Punya Rumah. Wajar Kalau Keran Asing Dibuka

Big Banner

Indonesia Property Watch meminta pemerintah untuk tidak dulu mengutak-atik masalah kepemilikan asing karena saat ini Indonesia masih mengalami krisis perumahan untuk segmen masyarakat menengah ke bawah. Lebih baik pemerintah fokus untuk merumahkan rakyat dengan pembangunan rumah menengah bawah. Kondisinya berbeda dengan negara lain semisal di Singapura yang 80% rakyatnya sudah memiliki rumah.

“Dibukanya kepemilikan asing akan memberikan dampak juga pada kenaikan properti menengah. Selama pemerintah tidak empunyai instrumen untuk mengendalikan harga tanah, maka kepemilikan asing akan memberikan dampak yang tidak terlalu baik,” ungkap Ali kepada Rumah123.com di Jakarta hari ini, 15/05/2015.

Hal lain yang menjadi perhatian IPW adalah, dari sisi hukum. Menurut Ali, pemerintah tidak dapat begitu saja membuka kepemilikan asing tanpa meng-amandemen UUPA yang hanya memperbolehkan properti dijual ke asing dengan Hak Pakai atau Hak Guna Usaha.

Melihat lebih banyak sisi negatif dari beberapa argumentasi di atas, IPW menyarankan pemerintah untuk fokus dulu pada persoalan yang dialami warga negaranya sendiri. Dengan tingginya backlog rumah yang masih 15 juta yang mana jumlah itu belum termasuk segmen menengah saat ini yang juga belum memiliki rumah, maka kurang bijaksana bila pemerintah malah fokus untuk kepemilikan asing. Tanpa ada batasan yang benar dan tanpa adanya instrumen yang bisa menjamin harga tanah tidak akan naik, maka pemberlakuan kepemilikan asing di Indonesia belum siap. (Foto: Istimewa)

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me