Penurunan DP KPR Bisa Dimanfaatkan Oleh Investor Asing

Big Banner

Bank Indonesia (BI) akan meringankan uang muka (down payment/DP) menjadi 10 persen untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Selain itu, keringanan uang muka tersebut juga akan diterapkan pada kredit kendaraan bermotor.

Keringanan uang muka tersebut diterapkan selain guna mendorong pertumbuhan ekonomi, juga dapat mendorong pertumbuhan sektor properti yang kini tengah lesu.

Namun hal ini membuat Warga Negara Asing (WNA) dapat dengan mudah memiliki properti di Indonesia. Ditambah lagi dengan wacana pemerintah yang akan memperbolehkan WNA untuk memiliki apartemen mewah di Indonesia.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Gajah Mada (UGM), Tony Prasetiantono, mengatakan bahwa keringanan uang muka dalam memperoleh apartemen di Indonesia akan dimanfaatkan oleh WNA.

“Karena patokannya prinsipnya ini relaksasi bagi konsumen untuk memiliki kendaraan, apartemen atau rumah dan itu mungkin bisa diperluas dengan kepemilikan asing di apartemen,” ujarnya seperti dilansir Okezone.com.

Menurut dia, dampak kepemilikan asing terhadap sebuah apartemen dari sisi ekonomi memang cukup bagus. Namun, dia melihat ada dampak resistensi dari sisi non-ekonomi.

“Kalau di ekonomi bagus. Karena itu akan mendorong demand (permintaan). Tapi memang biasanya ada resistensi dari sisi non-ekonomi, secara psikologis, secara nasionalisme. Kalau kita dari sisi ekonomi, tidak memisahkan antara asing atau domestik,” jelas dia.

Sekadar informasi, BI akan melonggarkan aturan rasio pinjaman terhadap aset (loan to value/LTV) atas KPR. Untuk kepemilikan rumah pertama, plafon perbankan dinaikkan 10 persen menjadi 90 persen dari nilai aset sehingga otomatis uang muka yang harus ditanggung konsumen turun menjadi 10 persen. (as)

ciputraentrepreneurship.com