BI Diminta Tak Gegabah Tetapkan Aturan Uang Muka KPR

Big Banner

Jakarta – Ketua Real Estate Indonesia, Setyo Maharso, menyatakan harapannya agar pemerintah tidak gegabah dalam menetapkan aturan menaikkan uang muka kredit untuk kepemilikan rumah. “Harus dipastikan melalui database perumahan nasional,” kata Setyo saat dihubungi Tempo pada Kamis, 11 Juli 2013.

Bank Indonesia akan mempertajam aturan uang muka kredit untuk kepemilikan rumah di atas 70 meter2 dan kepemilikan apartemen. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyatakan langkah ini perlu diambil untuk menjaga pertumbuhan kredit di tingkat yang sehat. “Kami tidak ingin, sektor perbankan jadi berisiko kalau kredit properti tumbuh berlebihan,” kata Agus.

Setyo mengatakan sektor properti sedang dalam kondisi bagus dan stabil. “Tidak sepatutnya pemerintah gegabah menerapkan aturan hanya dengan asumsi satu orang terindikasi memiliki beberapa rumah,” kata Setyo.

Mengenai aturan yang akan diterapkan untuk kepemilikan rumah kedua dan seterusnya, Setyo mengatakan, seharusnya tidak ditentukan melalui luasan, melainkan melalui harga. “Harus diperhatikan tingkat inflasi setiap daerah yang berbeda,” kata Setyo. Setyo memberi contoh bagaimana harga tipe 45 di Jakarta bisa sebanding dengan rumah tipe 75 di Pontianak, misalnya.

Mengenai proyeksi kondisi pasar, Setyo belum bisa memastikan apakah akan terjadi penurunan akibat regulasi ini. “Dampaknya terhadap pasar baru akan terlihat mulai 3 hingga 4 bulan ke depan,” kata Setyo.

ISMI DAMAYANTI

properti.tempo.co