Pelonggaran LTV Dongkrak Penjualan Properti Mewah

Big Banner

Bank Indonesia (BI) berencana melonggarkan ketentuan loan to value (LTV) untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) demi mendorong pemerataan kepemilikan rumah seluruh masyarakat. Namun, menurut pelaku usaha properti, justru hal itu mendorong penjualan rumah mewah.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo mengatakan, belakangan ini penjualan rumah mewah memang menurun akibat penurunan pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya kelonggaran LTV diyakini akan mendorong kembali penjualan rumah mewah.

“Turunnya penjualan rumah mewah bisa sekira 50 persen. Kalau rumah biasa masih bagus penjualannya,” tutur Eddy seperti dilansir Okezone.com.

Sebagai pengusaha, tentu menyambut baik kebijakan tersebut. Namun dirinya memandang kebijakan pelonggaran LTV tersebut harus ada jangka waktu. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan buble atau meningkatnya harga properti.

“Ini bagus, tapi kalau sudah mulai stabil (penjualan properti) harus dinaikan lagi. Kalau tidak harga properti naik, karena ketersediaan berkurang,” imbuhnya.

Menurutnya, pelonggaran LTV ini akan mulai berdampak terhadap gairah penjualan rumah paling lama dalam satu tahunn. “Efeknya sekitar 6 bulan samapi 1 tahun. Setelah itu bisa diperketat lagi,” tukasnya.

Sementara, Gubernur BI Agus Martowardojo telah menyatakan, kebijakan pelonggaran LTV dapat diberlakukan pada bulan Juni mendatang. Kebijakan uang muka KPR yang sebelumnya 30-50 persen diturunkan 10 persen menjadi 20 persen. (as)  

ciputraentrepreneurship.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me