BI Perlonggar DP KPR, Ini Rinciannya

Big Banner

Ambon -Bank Indonesia (BI) akhirnya merivisi aturan Loan to Value (LTV) untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan apartemen (KPA). Lewat revisi tersebut, maka uang muka (down payment/DP) yang disetor konsumen bisa lebih ringan, alias ada kelonggaran.

LTV untuk KPR maupun KPA konvensional dinaikkan 10%, sementara untuk pembiayaan syariah naik 5%.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah di The Natsepa Resort and Conference Center, Ambon, Maluku, Senin (25/5/2015) malam.

“Ketentuan ini berlaku bagi bank untuk NPL (rasio kredit bermasalah) total dan NPL gross KPR bank di bawah 5%. Jadi dua-duanya di bawah 5 persen, apabila salah satu tidak di bawah 5%, maka berlaku ketentuan yang lama,” jelas dia.

Halim merinci, untuk rumah tipe di atas 70, fasilitas KPR rumah pertama LTV-nya menjadi 80%, naik 10%. Untuk KPR rumah kedua ketiga masing-masing naik 10%.

Untuk apartemen tipe di atas 70, LTV-nya juga naik dari 70% menjadi 80% untuk KPA apartemen pertama. Untuk KPA apartemen kedua dan ketiga naik 10%.

“Untuk rumah tinggal tipe 22-70, sejak awal memang tidak ada ketentuan LTV. Hanya (KPR) rumah kedua ketiganya (LTV) naik 10%,” sebut dia.Next

finance.detik.com