Untung Rugi Pembayaran dengan Sistem Kredit

Pembayaran sistem kredit dalam dunia properti dikenal dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Seperti yang diketahui bahwa sistem pembayaran kredit melibatkan pihak bank. Pembeli properti pun diwajibkan membayar ...

  • propertidata
  • 2016.10.26
  • 229

    view

  • Untung Rugi Pembayaran dengan Sistem Kredit

    Pembayaran sistem kredit dalam dunia properti dikenal dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Seperti yang diketahui bahwa sistem pembayaran kredit melibatkan pihak bank. Pembeli properti pun diwajibkan membayar DP senilai yang telah ditentukan dan wajib membayar cicilan setiap bulannya.

    Seperti diuraikan dalam Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Oktober 2016. Disebutkan dalam kaitan tersebut pihak pengembang biasanya sudah bekerja sama dengan beberapa bank penyedia layanan KPR untuk memudahkan para pembeli. Nantinya, pihak pembeli bisa menentukan bank mana yang akan
    digunakan untuk penyalur layanan KPR.

    Proses Pembayaran Sistem pembayaran kredit mewajibkan pembeli untuk membayar cicilan
    setiap bulan ke bank. Hal ini disebabkan oleh pihak bank yang sudah membayarkan terlebih dahulu properti yang dibeli kepada pengembang.

    Pihak bank akan memberikan estimasi jangka waktu pelunasan yang biasa disebut dengan tenor. Pembeli dapat memilih sendiri jangka waktu yang disanggup, mulai dari 10 tahun, 15 tahun,
    atau 20 tahun.

    Dalam hal ini, pembeli properti harus cermat dalam memilih bank. Usahakan memilih bank yang memiliki reputasi baik. Setiap bank memiliki besaran bunga dan syarat yang berbeda, maka dari itu bandingkan terlebih dahulu syarat pengajuan KPR, besaran bunga, hingga kebijakan apabila akan melunasi pembayaran lebih awal dari masa tenor yang telah disepakati.

    Ketika mengajukan kredit, pihak pembeli harus memenuhi syarat dan menyertakan beberapa berkas. Syarat utamanya, pihak pembeli yang mengajukan KPR usianya kurang dari 50 tahun.
    Berkas yang disiapkan umumnya terdiri dari fotokopi KTP, fotokopi kartu keluarga, dan dokumen kepemilikan terkait properti tersebut (SHM, IMB, PBB).

    Ada juga berkas lainyang perlu dilengkapi, yaitu slip gaji, rekening koran selama tiga bulan terakhir, dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Apabila memiliki usaha atau propertinya diperuntukkan
    bagi usaha, maka lampirkan juga SIUP dan surat izin usaha lainnya, serta Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

    Keuntungan dan Kerugian

    Ketika memutuskan untuk menggunakan sistem pembayaran kredit, maka pembeli properti tidak membutuhkan mdal yang sangat besar. Cukup siapkan dana untuk booking fee dan pembayaran
    DP. Selebihnya, pembeli hanya perlu berkomitmen dalam jangka waktu tertentu untuk membayar cicilan setiap bulan.

    Risiko hukum yang akan diterima oleh pembeli pun akan sangat minim karena semua dokumen kepemilikan dan Izin Membangun Bangunan (IMB) sudah pasti dicek oleh pihak bank. Jika
    suatu saat terjadi permasalahan hukum, maka pihak bank yang akan maju untuk me nyelesaikan permasalahan tersebut.

    Adanya bunga cukup besar yang harus dibayarkan setiap bulan membuat harga properti menjadi sangat mahal. Pembeli properti juga jadi memiliki utang dalam jangka panjang. Tidak hanya itu,
    proses pengajuannya juga terbilang cukup rumit karena harus melampirkan berkas yang nantinya masih harus diproses oleh pihak bank.

    Apabila yang dibeli adalah rumah baru, maka pembeli hanya bisa memilih bank yang bekerja sama dengan pengembang. Berbeda halnya dengan membeli rumah second, pembeli dapat dengan bebas memilih bank yang akan digunakan untuk mengajukan KPR. (MPI) (Versi digital mpi dapat diakses melalui https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia atau http://www.wayang.co.id/index.php/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis. )

    mpi-update.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci