Ekonomi RI Lesu, Perbankan Harus Waspada Kredit Macet

Big Banner

Jakarta -Perekonomian Indonesia masih dalam kondisi melambat. Di kuartal I-2015 saja, pertumbuhannya hanya 4,7%, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,2%.

Penyaluran kredit perbankan juga ikut melambat hanya 8% dalam tiga bulan pertama tahun 2015. Denga bunga yang masih tinggi, perbankan sebaiknya waspada akan kredit macet.

“Tugas bank adalah bagaimana meningkatkan pertumbuhan kredit di waktu-waktu yang akan datang, bisa kembali ke dua digit dengan kondisi prudent,” ujar Ketua Ikatan Bankir Indonesia (IBI) Zulkifli Zaini saat ditemui di Menara BTN, Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Dia menjelaskan, perlambatan ekonomi ini membuat Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter dan makro prudensial menerapkan kebijakan moneter ketat. Suku bunga acuan atau BI rate tetap dipertahankan tinggi di angka 7,5%.

Dengan penetapan suku bunga tinggi ini, perbankan harus memastikan nasabahnya bisa tetap membayar kreditnya supaya tingkat kredit macet tetap terjaga.

“Ada beberapa debitur yang mengalami kesulitan karena kenaikan suku bunga. Ada debitur yang selesai masa bunga saat promosi, tahap awal rendah, tahun ketiga kembali ke bunga normal, debitur-debitur ini mengalami kesulitan, nah bank harus cepat antisipasi dengan restrukturisasi sehingga angsuran disesuaikan dengan kemampuan membayar,” jelas dia.

Namun begitu, Zul mengungkapkan, pihaknya optimis jika di triwulan berikutnya hingga akhir tahun ini pertumbuhan ekonomi akan membaik sehingga kredit perbankan dan suku bunga juga membaik.Next

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me