BPJS Ketenagakerjaan Gelontorkan Rp360 Miliar Bangun Perumahan Murah

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan akan ikut menyukseskan program sejuta rumah untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Menurut Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G. Masassya, anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan hunian murah sebesar Rp360 miliar.

perumahan murah

Ilustrasi

“Yang akan dibangun rumah tapak, rumah susun sederhana milik (rusunami), maupun rumah susun sewa (rusunawa) yang diperuntukan bagi buruh makanya lokasinya akan di kawasan-kawasan industri. Lokasi maupun lahannya masih dibicarakan, yang pasti prioritasnya di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawasi Selatan,” ujarnya usai menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, Kamis (4/6).

Presiden Jokowi, lanjut Elvyn , sangat mendukung pembangunan hunian murah oleh BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan, presiden menginginkan dana yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan yang mencapai Rp180 triliun bisa dimaksimalkan untuk membiayai program sejuta rumah.

“Tapi terkait aturan, dana yang bisa digunakan untuk perumahan maksimal hanya 5 persen. Karena itu presiden akan merevisi aturannya, akan ditingkatkan paling tidak bisa 50 persen seperti yang sudah diberlakukan di negara lain. Presiden menginginkan dana BPJS Ketenagakerjaan bisa dialokasikan untuk sektor-sektor yang produktif termasuk perumahan,” imbuhnya.

Untuk merealisasikan pembangunan perumahan di kawasan industri, Elvyn menyebut akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Perindustrian, maupun Kementerian Tenaga Kerja untuk menyelaraskan kebutuhan, ketersediaan lahan, hingga teknis pembangunannya.

housing-estate.com