Kenaikan Suku Bunga Tak Pengaruhi Target Penjualan Rumah Bersubsidi

Big Banner


JAKARTA – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menyatakan kenaikan suku bunga tidak berdampak pada target penjualan rumah bersubsidi. “Target penjualan rumah bersubsidi tetap 120 ribu unit,” kata Ketua Umum Apersi, Eddy Ganefo, saat dihubungi Tempo, Jumat, 12 Juli 2013.

Namun ia mengatakan tidak memiliki data mengenai target penjualan rumah nonsubsidi. Eddy menuturkan, tahun lalu, jumlah penjualan rumah bersubsidi sebanyak 70 ribu unit dari total target 110 ribu unit. Semula, kata dia, hanya ada 50 ribu unit rumah bersubsidi yang terjual tahun lalu.

Jumlah tersebut meningkat menjadi 70 ribu unit dengan adanya penyesuaian kredit pemilikan rumah (KPR) dari nonsubsidi ke subsidi. Sedangkan pada 2011, pencapaian pembangunan rumah bersubsidi sebanyak 104 ribu unit.

Meski tidak mempengaruhi target penjualan rumah bersubsidi, Eddy menjelaskan, kenaikan suku bunga berdampak pada kredit konstruksi. “Biaya pembangunan fisik jadi lebih tinggi,” ucapnya. Namun, ia mengatakan tidak bisa memprediksi persentase kenaikan biaya pembangunan tersebut.

“Soalnya rancu, kenaikannya karena suku bunga, kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, apa karena bulan puasa dan banyak tukang yang pulang kampung?” ucapnya. Menurut dia, dampak kenaikan suku bunga bagi industri properti tak sedasyat kenaikan harga BBM bersubsidi. Meski demikian, kata Eddy, Apersi berharap suku bunga dapat turun ke level 5,75 persen.

Langkah Bank Indonesia menaikkansuku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 6,5 persen diperkirakan akan segera mengerek bunga kredit perbankan. Akibatnya, kredit akan seret dan pertumbuhan ekonomi melambat.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan antisipasi otoritas moneter untuk menghadapi ancaman inflasi pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak. “Diharapkan kebijakan ini bisa mengendalikan tingginya laju inflasi dan memperkuat nilai tukar rupiah,” katanya. Selain menaikkan BI Rate, rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan pula kenaikan suku bunga Fasilitas Simpanan Bank Indonesia ke level 4,75 persen.

MARIA YUNIAR

properti.tempo.co

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me