Pengembang Rusun Dapat Bonus Besar Dari Pemprov DKI

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajak pengembang yang memiliki lahan di Jakarta untuk membangun rumah susun (Rusun). Sebagai kompensasi Basuki berjanji akan memberikan bonus berupa pemberian izin koefisien luas bangunan (KLB) hingga 14 kali luas lahan dari sebelumnya hanya 6 kali. Pemberian KLB yang cukup besar itu akan menguntungkan pengembang. Mereka bisa membangun gedung baik apartemen atau perkantoran lebih tinggi atau lebih luas. Bila lahannya 5.000 m2, pengembang boleh membangun gedung seluas 70.000 m2. Dengan KLB 6 pengembang hanya dapat membangun gedung seluas 30.000 m2.

Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok)

Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok)

“Saya akan berikan izinnya tapi dengan catatan pengembang bantu juga untuk penyediaan rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Tawaran ini berlaku untuk pengembang yang memiliki lahan di sekitar jalur mass rapid transit (MRT) dan light rapid transit (LRT) sehingga kita bisa bangun hunian di sepanjang jalur transportasi massal ini,” ujarnya di acara New Cities Summit 2015 di Jakarta, (9/6).

Dengan cara seperti ini Ahok percaya rusunawa yang akan terbangun akan semakin banyak. Ia berharap pendekatan yang dilakukan ini akan membantu Pemprov DKI menyediakan hunian layak bagi masyarakatnya. Menurut Ahok, menaikkan angka KLB  sudah sesuai dengan kondisi harga lahan di Jakarta yang sudah sangat tinggi. Dengan dibangun lebih tinggi terjadi optimalisasi fungsi lahan.

“Kita harus merangkul swasta, masalah Jakarta semakin berat, kalau tidak pakai cara-cara seperti ini susah kita menata kota ini. Jadi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa lebih terjamin huniannya di lokasi yang sangat strategis pula. Pokoknya saya akan kasih KLB 14 full tapi bangunkan saya rusun,” tandasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me