Rekor, Pendapatan Summarecon Lebih Rp5 Triliun

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – PT Summarecon Agung Tbk berhasil membukukan pendapatan terbesar sepanjang sejarah perseroan. Tahun 2014 Summarecon membukukan pendapatan Rp5,33 triliun, naik 30 persen dari tahun sebelumnya. Tahun 2013 pendapatan yang diperoleh Rp4,09 triliun.

Summarecon Bekasi

Summarecon Bekasi

Michael Yong King Ching, Direktur Summarecon, menyebutkan, unit bisnis pengembangan properti memperoleh pendapatan paling besar Rp3,78 triliun, naik Rp0,9 triliun (31 persen) dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp2,88 triliun. Unit bisnis ini memberikan kontribusi 71 persen terhadap total pendapatan perusahaan.

“Pendapatan dari unit ini berasal dari penjualan rumah sebesar Rp1,67 triliun, ruko Rp1,41 triliun, kaveling Rp0,59 triliun, dan apartemen Rp0,12 triliun. Pendapatan dari pengembangan Summarecon Kelapa Gading Rp0,96 triliun, Summarecon Serpong Rp0,59 triliun, dan Summarecon Bekasi Rp0,90 triliun,” ujarnya saat public expose di Jakarta, Rabu (10/6).

Michael mengatakan, kalangan pengembang harus bersiasat dalam menghadapi ketentuan loan to value (LTV) dan larangan penyaluran KPR inden. Kalau tidak  melakukan terobosan pertumbuhan yang diinginkan tidak akan tercapai. Ia mengakui beleid dari Bank Indonesia (BI) itu membuat pasar property semakin lemah. Salah satu strategi yang ditempuh Summarecon adalah meluncurkan produk properti yang lebih kecil sehingga harganya lebih terjangkau.

“Kami juga menawarkan skema pembayaran bertahap yang lebih panjang hingga 48 bulan. Strategi ini membuat perseroan berhasil meraih penjualan marketing sebesar Rp4,6 triliun atau naik 24 persen,” imbuhnya.

Selain itu, unit pendapatan berulang (recurring income) dari rekreasi dan perhotelan meningkat 26 persen menjadi Rp1,11 triliun. Perseroan membagikan deviden sebesar Rp20 per lembar saham atau  senilai 21 persen laba bersih perseroan kepada para pemegang saham.

housing-estate.com