Dana FLPP Sudah Tersalur Hampir Rp20 Triliun

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), telah menyalurkan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) periode 2010 hingga 5 Juni 2015 sebesar Rp19,059 triliun. Dana sebesar itu untuk mendukung pembiayaan 395.800 rumah. FLPP merupakan skim subsidi bunga sehingga kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) membayar bunga 5 persen selama masa kredit. Periode kredit maksimal selama 20 tahun.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut Budi Hartono, Direktur Utama Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU-PPP) Kemenpupera, untuk penyaluran FLPP tersebut Kemenpupera bekerjasama dengan 25 perbankan yang terdiri dari 10 bank nasional dan 15 bank pembangunan daerah (BPD).

“Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp20 triliun, artinya sudah hampir terserap seluruhnya. Program ini untuk membantu kalangan MBR dan untuk menyukseskan program pembangunan sejuta rumah,” ujarnya di Jakarta, akhir pekan lalu.

BTN menyalurkan FLPP  paling banyak sebesar Rp14,9 triliun untuk 327.769 unit rumah. Disusul BTN Syariah Rp1,06 triliun untuk 21.851 unit, BRI Syariah Rp324 miliar, Bank BNI Rp146,9 miliar untuk 3.109 unit, Bank Mandiri Rp145,7 miliar untuk 2.631 unit, Bank Bukopin Rp96,02 miliarn untuk 1.906 unit, Bank BRI Rp40,9 miliar untuk 758 unit, Mandiri Syariah Rp21,05 miliar untuk 367 unit, dan Bank Artha Graha membiayai 6 unit.

“Jadi total rumah murah yang dibiayai mencapai 365.360 unit senilai Rp16,8 triliun. Sementara 15 BPD menyalurkan Rp82,08 miliar untuk 1.561 unit,” pungkasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me