Warga Tiongkok Investor Asing Terbesar di AS

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Asosiasi broker Amerika Serikat (AS), National Association of Realtors (NAR), baru-baru ini mengumumkan bahwa warga Tiongkok (termasuk Taiwan dan Hong Kong) adalah pembeli asing terbesar real estat di AS. Jumlah mereka mencapai 28 persen dari seluruh transaksi oleh orang asing atau dua kali lipat pembeli asal Kanada.

Nilai total transaksi warga kulit kuning itu selama 12 bulan terakhir hingga Maret 2015, mencapai 28,6 miliar dolar AS (Rp 381 triliun). Ini naik 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Posisi kedua ditempati oleh warga Kanada yang nilai transaksinya setengah dari dari nilai tersebut.

Luxury cluster di California

Luxury cluster di California

Data NAR juga menunjukkan bahwa orang Tiongkok mampu membeli dengan harga tiga kali lebih tinggi dari rata-rata warga AS sendiri. Harga transaksi rata-rata orang Tiongkok sebesar 831.800 dolar AS (Rp 11 miliar) per unit properti, sementara warga lokalnya hanya 255.600 dolar AS (Rp 3,4 miliar). Kemampuan itu bahkan melebihi harga transaksai rata-rata seluruh pembeli asing, yang 499.600 dolar AS (Rp 6,65miliar) per properti. Hal ini karena pembeli asal negeri lain hanya sanggup belanja separuh dari harga rata-rata tersebut.

Lokasi favorit warga Tiongkok adalah California, di mana 35 persen transaksi terjadi di wilayah ini. Berikutnya Washington, New York, Massachusetts, Illinois dan Texas. Sebanyak 70 persen membeli secara tunai. Sementara hanya 25 persen warga lokal yang bisa membeli secara tunai, dan warga asing lain hanya 55 persen.

Selain di AS, mereka juga berbelanja di kota-kota utama dunia lain, seperti London (Inggris), Sydney (Australia), Vancouver dan Toronto (Kanada) serta Auckland (Selandia Baru). Tampak, bahwa pilihan orang kaya Tiongkok itu adalah negeri berbahasa Inggris, punya sistem pendidikan baik, kualitas hidup sangat baik, hukum juga hak kepemilikan kuat.

Naiknya jumlah belanja property warga Tiongkok ini cukup mencengangkan, sebab pada tahun 2011 mereka baru menghabiskan 7 miliar dolar AS (Rp 93,2 triliun). Pembelinya kebanyakan warga kaya asal Taiwan dan Hong Kong. Agresifnya warga Tiongkok membeli rumah di luar negeri itu menyusul merosotnya pasar real estat di pasar domestik dalam beberapa tahun terakhir. Terutama warga Tiongkok daratan mereka juga terdorong kerasnya pemberantasan korupsi di dalam negeri sejak 2013.

Pemerintah Tiongkok sebenarnya sudah mengatur agar pasar rumah baru bisa membaik, sehingga warganya lebih memilih pasar lokal. Tapi data menunjukkan bahwa harga rata-rata rumah baru di 70 kota di Tiongkok, masih terus merosot walaupun tidak lagi terlalu tajam. Jika pada bulan April turun sebanyak 6,3 persen, bulan Mei lalu 6,1 persen. Pemerintah pun sudah mengetatkan aturan transaksi individu ke luar negeri yang tidak boleh lebih dari 50.000 dolar AS (Rp665,85 juta) per tahun. Tapi tampaknya hanya soal teknis legal saja, sehingga uang warga Tiongkok tetap menggerojok pasar properti global. Karena itu banyak orang meyakini kalau aliran uang keluar yang sangat besar dari Tiongkok itu, berlangsung ilegal.

(Sumber: Financial Times)

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me