Pemerintah Kembangkan 35 Wilayah Strategis

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemerintah terus berupaya mempersempit ketimpangan pembangunan antarwilayah, khususnya Indonesia bagian timur dengan barat. Salah satu strategi yang ditempuh  oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera)  adalah mendorong pembangunan infrastruktur di Indonesia bagian timur. Ini sekaligus untuk memperkuat integrasi antar wilayah.

Ilustrasi

Ilustrasi

Untuk merealisasikan program ini di Kemenpura ada Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW). Menurut Kepala  Biro Komunikasi Publik Kemenpupera Velix Wanggai, saat ini ada 35 wilayah pengembangan startegis (WPS) yang tersebar di pulau-pulau utama Indonesia.

“Ada empat WPS di Papua, dua di Maluku, empat di Kalimantan, lima di Sulawesi, lima di Bali-Nusa Tenggara, dan enam di Sumatera. Yang didorong adalah WPS pertumbuhan terpadu kemaritiman seperti di Ternate-Sofifi-Morotai dan Ambon-Seram. Ada juga WPS perbatasan di Temajuk-Sebatik maupun aksesibiltas baru di Papua khususnya di ruas Nabire-Enarorali-Timika-Wamena,” ujarnya di Kantor Kemenpura, Senin (22/6).

Velix juga menyebut saat ini mindset pembangunan di Kemenpupera ditekankan pada pembangunan infrastruktur yang berbasis kewilayahan serta sosial komunitas khususnya untuk mendorong dan mempercepat pembangunan daerah tertinggal, kawasan pedesaan, kawasan marjinal perkotaan, dan wilayah strategis diluar Pulau Jawa.

Kemenpupera juga bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat (AD) untuk membuka akses jalan di sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia untuk koridor barat, utara, dan timur. Pembukaan jalan baru ini mencapai panjang 740 km dengan anggaran Rp2,7 triliun. Kemenpupera juga akan mendorong penyelesaiann jalan trans Papua untuk memperkuat konektifitas dan mengurangi tingkat kemahalan harga di pedalaman Papua.

housing-estate.com