Jangan Lupa Membangun Rumah MBR (3-Habis)

Sementara itu, Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, mengatakan, membaiknya kondisi ekonomi dan kebijakan ekonomi pemerintah berdampak positif bagi sektor properti ...

  • propertidata
  • 2016.12.09
  • 1546

    view

  • Jangan Lupa Membangun Rumah MBR (3-Habis)

    Sementara itu, Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, mengatakan, membaiknya kondisi ekonomi dan kebijakan ekonomi pemerintah berdampak positif bagi sektor properti. Hal ini terlihat dari riset konsultan properti Colliers International Indonesia. Salah satunya, pada 2017, pembangunan apartemen kian marak dengan masuknya 24.045 unit di Jakarta.

    “Sentimen positif atas prospek ekonomi makro Indonesia dan stabilitas nilai tukar rupiah yang dapat berkontribusi pada peningkatan suplai secara umum terus meningkat,” kata dia, di Jakarta, belum lama ini.

    Dia menambahkan, sejumlah proyek baru juga banyak mulai diluncurkan dan mendorong peningkatan pasokan.Dari sisi harga menunjukkan tren positif, menyusul membaiknya tingkat penjualan, serta dimulainya kembali proyek yang tetap berada di bawah konstruksi.

    Riset Colliers menyatakan, tahun 2017 ada pasokan 24.045 unit apartemen. Kawasan Jakarta Barat akan mensuplai lebih besar dari kawasan lain, yakni sebesar 9.277 unit di sembilan proyek yang tahap konstruksi. Lalu, Jakarta Timur sebanyak 7.105 unit apartemen di lima proyek.

    Kemudian Jakarta Selatan sebanyak 2.575 unit apartemen di 14 proyek dan Jakarta Pusat sebanyak 2,606 unit apartemen di empat proyek. Sedangkan kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) Jakarta menyumbang 1.248 unit apartemen di empat proyek baru, serta Jakarta Utara sebanyak 1.236 unit apartemen.

    Ferry mengatakan, salah satu pemicu membaiknya pasar hunian terutama apartemen ini adalah kebijakan pemerintah yang terus mengeluarkan inisiatif kemudahan bagi pengembang untuk mendongkrak pasar properti. Dampaknya, pasar sektor ini meningkat dengan cepat. Kebijakan itu antara lain relaksasi loan to value (LTV), program amnesti pajak, dan menurunkan besaran pajak penghasilan (PPh) atas pengalihan tanah dan bangunan.

    “Kedepan pasar properti terutama untuk hunian meningkat signifikan dan terjadi permintaan apartemen yang berkelanjutan,” papar dia.

    Di sisi lain, sejumlah kalangan mengingatkan agar para pengembang properti juga menggarap segmen rumah menengah dan bawah. Segmen itu adalah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    “Jangan sampai komersial yang dibangun, MBR ditinggalkan, sekali lagi buat rumah MBR,” kata Presiden Jokowi.

    Apalagi, kata Ali Tranghanda, kedepan, pasar yang potensial adalah kelas menengah karena pasar ini masih sangat gemuk. Selain itu, segmen yang tak kalah potensialnya adalah hunian kelas menengah bawah atau untuk MBR.



    Imam Muzakir/EDO

    Investor Daily

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci