Orang Asing Bakal Boleh Punya Apartemen Rp 5 M, Harga Properti Melonjak?

Big Banner

Jakarta -Salah satu kekhawatiran terbesar bila orang asing miliki properti di Indonesia adalah dampaknya terhadap lonjakan harga properti. Meski akan ada pembatasan harga minimal bagi orang asing, namun tetap ada kekhawatiran akan mengerek harga properti segmen bawah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono tak menutup mata soal adanya potensi lonjakan harga properti bila orang asing masuk. Pemerintah melalui kementerian keuangan sedang menghitung risiko-risiko yang mungkin ditimbulkan.

“Itu salah satu efeknya mungkin itu, yang kita perhitungkan, membawa harga naik, tapi nggak ada itu (kebijakan asing miliki properti) harga naik terus kok tanah. Makanya yang ditunjuk untuk siapkan regulasi itu menkeu dan menteri agraria,” kata Basuki di sela-sela raker di Komisi V, Rabu (24/6/2015).

Oleh karena itu, Basuki mengatakan pemerintah akan memberikan rambu-rambu agar dampak kepemilikan orang asing di properti di Indonesia tak mempengaruhi segmen bawah. Misalnya harga hanya dibatasi minimal Rp 5 miliar, selain itu hanya untuk jenis hunian vertikal atau apartemen, sedangkan rumah tapak (landed house) tak diizinkan.

Nggak landed, rumahnya saja kan, bukan tanahnya, makanya apartemen (yang boleh), bukan landed house yang dibolehkan,” katanya

Selain itu, juga akan diatur soal sistem jual beli properti yang melibatkan orang asing. Hal ini sedang disusun oleh kementerian keuangan.

“Makanya itu pak menkeu, kemarin baru bilang boleh dulu. Boleh pun harganya harus dibatasi,” katanya.

Seperti diketahui salah satu alasan pemerintah akan membuka orang asing masuk dan memiliki properti di Indonesia karena Singapura, Malaysia, Australia telah lama mengizinkan orang asing miliki properti. Selain itu, masuknya asing akan berdampak pada peningkatan penerimaan negara dari pajak properti.

(hen/rrd)

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me