Ini Alasan Pemerintah Akan Izinkan Orang Asing Miliki Apartemen

Big Banner

Jakarta -Terbukanya negara-negara tetangga membolehkan orang asing memiliki properti di negaranya menjadi alasan pemerintah melakukan hal sama. Saat ini di Singapura, Australia, dan Johor Bahru Malaysia sudah membolehkan orang asing memiliki properti.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, saat ini banyak orang Indonesia yang membeli dan memiliki properti di tiga negara tersebut.

“Kenapa dibolehkan? Pertama dibolehkan dulu karena persaingan regional tadi. Kalau orang Indonesia boleh beli di sana-sana, masak orang sana nggak bole beli? Kan rugi kita,” kata Basuki di Gedung DPR, Rabu (24/6/2015)

Basuki mengatakan, untuk kajian rencana ini adalah orang asing hanya boleh membeli apartemen di atas Rp 5 miliar. Sedangkan untuk rumah tapak (landed house) masih dilarang untuk orang asing.

Menurut Basuki, selama ini Indonesia selalu tertinggal dengan negara tetangga, seperti Malaysia antara lain soal pembebasan visa untuk turis asing. Pemerintah Malaysia sudah membebaskan 145 negara bebas visa, sedangkan Indonesia baru mencapai 45 negara.

“Itu dampaknya pada turis besar sekali, kita kadang terlambat begitu, Malaysia sudah malah boleh beli dan diberi izin tinggal, insentif begitu,” katanya.

Basuki menegaskan, rencana pemerintah membolehkan orang asing memiliki properti, bukan berarti pemerintah tak memperhatikan hunian bagi kalangan masyarakat bawah. Namun, bila pemerintah tak melakukan langkah nyata soal kepemilikan orang asing, maka akan tertinggal dengan negara lain.

“Nanti kita pikir MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) pada nggak dipikirkan, kita ketakutan yang begitu-begitu. Jadi kita ketinggalan terus,” kata Basuki.

(hen/rrd)

finance.detik.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me