Setahun, Indonesia Butuh 800 Ribu Unit Rumah

Big Banner

TEMPO.CO, Mataram–Setiap tahun, kebutuhan rumah baru di Indonesia mencapai 800 ribu unit. Tetapi, baru bisa terpenuhi 200 ribu unit. Sehingga setiap tahunnya kekurangan 600 ribu unit rumah. Sesuai catatan pemerintah, sampai saat ini terdapat kekurangan 15 juta unit rumah. Karena itu, Real Estat Indonesia (REI) menggagas adanya bank tanah (land bank), mempermudah perizinan dan penerbitan sertifikat serta percepatan pembangunannya.

Wakil Ketua DPP Real Estat Indonesia (REI) Teguh Kinarto mengemukakannya di dampingi Ketua Kehormatan DPP REI Lukman Purnomosidi di Mataram, Rabu 17 Juli 2013. “Kami akan proaktif terhadap pemerintah. Rakyat butuh rumah yang layak,” kata Teguh, eks Ketua DPD REI Jawa Timur 2002-2005.

Menurut Teguh, saat ini harga tanah sangat mahal Rp 150 juta sampai Rp 300 juta per 100 meter persegi sehingga bisa melebihi harga rumah yang ditetapkan pemerintah. Penyediaan penjualan rumah, sangat menguntungkan pembiayaan perbankan. Karena hampir sebagian besar pembelinya menggunakan fasilitas pinjaman. “Calon pembeli diburu bank. Tingkat kemacetan rendah, di bawah satu persen,” ujar Teguh. Katanya, pembeli rumah yang harganya di atas miliaran rupiah tidak ada yang menggunakan fasilitas pinjaman bank.

Ia menawarkan program bank tanah di setiap kota. Sedangkan pemerintah juga harus mengimbangi dengan adanya pencetakan sawah baru. Seperti yang sudah dirintis oleh BUMDnya Pemerintah DKI PT Jakarta Propertindo yang menyediakan lahan seluas 400 hektar diantaranya di Cikini dan Pluit untuk keperluan rumah susun. Atau di Depok juga akan diadakan bank tanah sedangkan pemerintah harus menyiapkan infrastrukturnya seperti jalan lingkungan. Di Malang juga telah disediakan lahan seluas 300 hektar.

Teguh hendak menyalonkan diri sebagai Ketua Umum DPP REI periode 2013-2015 pada musyawarah nasional yang akan berlangsung Nopember 2013 mendatang. Sekarang ini perusahaan pengembang yang menjadi anggota REI sebanyak 3.000 pengusaha sebagai anggota.

Ia bersama tim pemenangannya bertemu dan berbuka puasa bersama dengan para pengurus REI se NTB. Diantaranya Lukman Purnomosidi yang pernah menjadi Ketua Umum DPP REI 2004-2007. Pendukung lainnya, ikut hadir Ikang Fawzi, Ma’ruf dan Adri Istambul Lingga G.

Teguh Kinarto kelahiran Surabaya yang kini bermitra dengan Ciputra Group dan Lippo Group, sebelumnya telah berpengalaman membangun 80 ribu unit rumah sederhana se Jawa Timur, mendirikan Universitas Ma Chun di Malang sejak 2007 yang memiliki peringkat 11 dari 327 pergururuan tinggi di daerahnya.

SUPRIYANTHO KHAFID

properti.tempo.co