Portmeirion, Desa Wisata Berwarna-warni di Pedalaman Inggris

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Bisa jadi hanya segelintir  kota di dunia yang dibentuk secara sengaja dan dirancang oleh seorang desainer, dan kemudian berkembang menjadi  destinasi wisata.  Di antara yang sedikit itu adalah Portmeirion di Gwynedd, North Wales, Inggris bagian utara. Lebih tepat disebut desa, karena memang tempatnya terpencil di muara Sungai Dwyryd. Berjarak 3,2 km arah tenggara Portmadog, 1,6 km dari stasiun kereta di Minffordd yang disinggahi kereta Ffestiniog Railways dan Arriva Trains Wales.

portmeirion-1

Desa ini  dibentuk tahun 1925 oleh Sir Clough Williams-Ellis, arsitek asli Inggris (28 Mai 1883 – 9 April 1978) yang  jatuh cinta dengan Kota Portofino di Italia. Hingga tahun 1975, bekerja sama dengan beberapa arsitek, Williams-Ellis mendesain dan mengisi kota ini dengan gedung-gedung yang menjadi penanda era tertentu.  Walhasil desa wisata ini sesak oleh gedung-gedung bergaya gabungan Jacobean dan Gothic,  Norwegian dan Regency, lalu Barroque dan Palladian. Ini menciptakan suasana eklektik yang tidak biasa. Yang lebih menarik, atap dan dinding gedung-gedung itu disapu warna-warna khas pesisir mediterania, seperti  merah muda, hijau dan terakota.

Gedung pertama yang didirikan Williams-Ellis sekarang menjadi Hotel Portmeirion. Sebuah gedung dua lantai, berbahan kayu, di tepi sungai, dengan desain khas bangunan di mediterania.   Bangunan itu menjadi focal point dari desa wisata ini.

William-Ellis kemudian membeli dan merenovasi ringan sebuah puri tua, Castell Deudraeth. Puri bergaya Victorian ini berdiri sejak 1188 dan tahun 1930 William-Ellis menjadikannya sebagai hotel. Fungsi kastil ini sempat berganti-ganti, sekolah kemudian apartemen yang bisa disewa oleh satu keluarga.

portmeirion-2

Meski lebih baru dari kastil tadi, tapi banyak material yang digunakan William-Ellis adalah dari sisa-sisa gedung tua.  Ia mengambil  sisa-sisa material  dari gedung-gedung yang dihancurkan paska perang dunia I dan II. Usai masa perang itu, banyak gedung warisan arsitektural Inggris dihancurkan dan diganti dengan gedung ber gaya modern. Oleh karenanya, Williams-Ellis menyebut Portmeirion sebagai “tempat dari gedung-gedung yang dihancurkan”.

Sebagai desa wisata hampir seluruh gedungnya adalah fasiltas akomodasi wisata. Selain gedung-gedung tadi,  juga ada 14 cottage yang semuanya didesain apik dan unik. Setiap cottage berkapasitas 3-8 orang  dan dilengkapi dapur. Cottages bisa disewa harian atau mingguan, minimal tiga hari.

Lokasi shooting

Begitu menariknya, sejumlah film serial TV dan layar lebar pernah menjadikan lansekap desa ini sebagai lokasi shooting. Desa ini seakan juga jadi surga ide bagi sejumlah penulis dan pemusik.  Seperti Iron Maiden dengan lagunya “The Prisoner” yang termuat di dalam album “The Number of the Beast”, 1982. Desa ini juga pernah dikunjungi Edward, Prince of Wales, pada tahun 1943. Di mana untuk itu, Williams-Ellis harus membuat kamar mandi tambahan di salah satu kamar hotelnya dan menaikkan tarif masuk, guna membatasi pengunjung.

William-Ellis memang menerapkan sistem tanda masuk berbayar yang besarannya beragam, tergantung jumlah hari kunjungan. Bahkan, kala pengunjung sedang penuh, di tengah hari pengelola berani menaikkan harga tiket masuk. Upaya ini adalah demi membatasi jumlah wisawatan, sehingga desa ini tetap nyaman disambangi.  Para wisatawan akan didampingi pemandu wisata untuk berkeliling desa sembari menerangkan sejarah desa dan gedung-gedungnya. Selain melihat gedung-gedung beraneka rupa desain dan warna, wisawatan juga bisa melihat galeri dan membeli kerajinan keramik yang pabriknya diidirikan oleh keturunan William-Ellis.

“Clough tidak ingin Portmeirion menjadi museum arsitektur yang steril. Dia justru ingin desa ini menginspirasi banyak orang untuk kreatif dengan caranya masing-masing, siapa pun dia. Oleh karena itu tempat ini dibuat untuk membuat semua orang bahagia,” ucap Robin Llywelyn, managing director Portmeirion.

Dari berbagai sumber

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me