Logindo cari dana US$ 50 juta untuk capex 2015

Big Banner

JAKARTA. Perusahaan penyedia kapal, PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD), kembali mencari pendanaan eksternal untuk membiayai kebutuhan belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun 2015.

Eddy K. Logam, Direktur Utama LEAD mengatakan, perusahaan sedang menjajaki suntikan dana US$ 50 juta. Dana tersebut akan berasal dari pinjaman bank dan jika masih kurang, LEAD mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi.

Jika berhasil diperoleh, LEAD nantinya akan menyerap dana eksternal itu guna menutupi 62,5% dari anggaran capex LEAD tahun depan yang dianggarkan US$ 80 juta. Namun, LEAD belum menentukan kapan dana eksternal itu akan mulai dieksekusi.

“Hal itu tergantung dari tender yang kami menangkan,” ungkap Eddy kepada KONTAN, belum lama ini. LEAD memang perlu untuk segera mengamankan anggaran capex seiring target pertumbuhan tahun 2015 yang lumayan tinggi.

LEAD, misalnya, membidik perolehan kontrak baru sebanyak US$ 100 juta-US$ 150 juta di tahun depan. Target itu lebih tinggi dari perolehan kontrak baru LEAD di tahun ini yang mencapai US$ 70 juta. Untuk mencapai target itu, LEAD sedang mengikuti enam hingga tujuh tender baru.

“Sebagian dari (segmen) eksplorasi, sebagian dari pengembangan dan (kontrak) lebih banyak dari produksi,” jelas Eddy. Kontrak-kontrak baru tersebut, jika berhasil didapatkan, bakal menambah kocek LEAD.

Sebelumnya, LEAD baru mendapatkan kontrak senilai US$ 27 juta dari Eni SpA di Muara Bakau, Kalimantan Timur. Kontrak itu berdurasi selama tiga tahun dan akan mulai dikerjakan pada November mendatang.

Proyek Eni SpA membutuhkan kapal berukuran 12.000 horse power (HP). Untuk mendorong realisasi kontrak yang lebih besar, perusahaan ini telah menyiapkan dua kapal baru. Kedua kapal baru itu adalah Anchor Handling Tug Supply (AHTS) DP2 system berkapasitas 8.000 HP. Tambahan dua kapal ini menggenapi jumlah kapal menjadi 61 kapal.

LEAD sebenarnya juga mengikuti  tender yang diselenggarakan PT Chevron Pacific Indonesia terkait Indonesian Deepwater Development (IDD) senilai US$ 96 juta yang berdurasi selama lima tahun.

Sayangnya, LEAD gagal mendapatkan kontrak tersebut. “Untuk kontrak Chevron, kami belum berhasil,” jelas Eddy.

Editor: Hendra Gunawan

investasi.kontan.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me