Gubernur Kalbar Berterima Kasih kepada Jokowi karena Membangun Kalimantan

ENTIKONG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengapresiasi kinerja Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam membangun Kalimantan.Hal itu disampaikan langsung Gubernur ...

  • propertidata
  • 2016.12.21
  • 1369

    view

  • Gubernur Kalbar Berterima Kasih kepada Jokowi karena Membangun Kalimantan

    ENTIKONG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengapresiasi kinerja Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam membangun Kalimantan.

    Hal itu disampaikan langsung Gubernur Kalbar Cornelis MH di depan Jokowi sebelum meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.

    "Saya ingin mengucapkan terima kasih setulus-tulusnya kepada Kabinet Kerja atas kerja kerasnya membangun Kalimantan juga PLBN ini dalam waktu sesingkat-singkatnya," tutur Cornelis di PLBN Entikong, Rabu (21/12/2016).

    Seperti diketahui di Kalimantan, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun tiga PLBN termasuk Entikong, Aruk, dan Nanga Badau.

    Setelah Entikong, dua PLBN tersebut siap diresmikan Jokowi dalam waktu dekat ini. Sebagai informasi PLBN Entikong sudah dibangun sejak Agustus 2015 dan rampung pada Desember 2016.

    PLBN Entikong

    PLBN Entikong digunakan sebagai pos pemeriksaan lintas batas orang dan barang keluar masuk wilayah batas negara.

    Fungsinya sendiri meliputi keimigrasian, kepabeanan, karantina, keamanan, dan lain-lain. PLBN ini hanya terpaut beberapa ratus meter dari Pos Imigresen Malaysia.

    Bangunan baru tersebut mengadopsi langgam arsitektur lokal dengan beberapa ornamen dan elemen dekoratif yang menjadi ciri khas Entikong.

    Contohnya pada bagian atap PLBN yang merupakan hasil transformasi bentuk Rumah Panjang dan Perisai Suku Dayak.  Perisai ini adalah simbol pertahanan NKRI yang melindungi.

    Sedangkan corak dan warna cerah kuning diterapkan pada bagian dinding dan elemen relief pada bagian pintu gerbang.

    Pencahayaan dibuat sealami mungkin dengan pola bukaan dan penggunaan material transparan.

    KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo didampingi sejumlah menteri kabinet kerja saat meninjau lokasi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong yang diresmikan (21/12/2016)

    Detail arsitektur yang mengadopsi unsur lokal menjadi komponen yang sangat penting dalam pembangunan PLBN. Luas lahannya mencapai 8 hektar dan luas bangunan 19.493 meter persegi.

    Pembangunan Zona Inti PLBN Entikong terdiri dari bangunan utama, pos lintas kendaraan pemeriksaan, dan bangunan pemeriksaan kargo.

    Kemudian bangunan utilitas berupa rumah pompa dan power house, monumen, gerbang kedatangan dan keberangkatan, jalan, lansekap, serta alur pedestrian.

    Pembangunan PLBN Terpadu Entikong ini menelan biaya sebesar Rp 152 miliar yang diambil dari APBN 2015-2016.

    Sementara itu PLBN Nanga Badau juga berlokasi di Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Kapuas Hulu.

    Konsep Bangunan PLBN Nanga Badau mengambil konsep bangunan khas Kalimantan yaitu Rumah Panjang.

    Rumah Panjang merupakan rumah adat yang biasa digunakan oleh suku Dayak. Rumah ini biasa digunakan oleh beberapa keluarga sekaligus.

    Selain digunakan untuk tinggal dan menghindari serangan binatang buas, Rumah Panjang juga sering digunakan untuk bermusyawarah dan upacara adat.

    Rumah Panjang dianggap cocok menjadi konsep dasar filosofi arsitektur PLBN karena kontekstual dengan perletakan PLBN Nanga Badau.

    KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam rangkaian peresmian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (21/12/2016)

    Bangunan tersebut juga dinilai dapat mewadahi aktivitas PLBN yang mementingkan sirkulasi pergerakan orang, barang dan kendaraan dalam kawasan tersebut sehingga tidak terkesan tebal.

    PLBN ini memiliki luas lahan 8,8 hektar dan luas bangunan 7.612 meter persegi. Zona intinya terdiri dari bangunan utama, klinik, dan gudang sita.

    Kemudian bangunan jembatan timbang, bangunan X-ray mobil pengangkut barang, bangunan pelayanan terpadu kedatangan mobil kargo, cek poin, bangunan utilitas, dan koridor pealan kaki.

    Sementara zona sub inti memiliki luas 1.193 meter persegi. Zona ini terdiri dari Wisma Indonesia, mess karyawan, dan gedung serba guna.

    Ada pun zona pendukung memiliki luas 1.300 meter persegi. Zona ini diisi oleh restoran, pusat ATM, masjid, gereja, dan bangunan pos polisi.



    –– ADVERTISEMENT ––

    properti.kompas.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci