Aturan Baru Uang Muka KPR Tak Pengaruhi Kinerja BTN

Big Banner

Jakarta- Direktur Bank Tabungan Negara Mansyur Syamsuri Nasution menyatakan sambutan positif atas rencana pengaturan kebijakan uang muka lebih besar untuk KPR tipe 70 m2 rumah kedua, ketiga dan seterusnya. Sebab, kredit BTN sebagian besar untuk pembiayaan KPR rumah pertama tipe di bawah 70m2.”Pengaruhnya tidak akan terlalu signifikan,”ujarnya dalam acara diskusi ‘DP Rumah Naik vs Penyediaan Hunian Rakyat’ di hotel Le Meridien, Minggu, 21 Juli 2013.

Menurut Mansyur, kebijakan ini diharapkan bisa mengendalikan harga properti di kemudian hari juga menjaga ketersediaan lahan di dalam kota.”Ketentuan ini diharapkan bisa menjadikan kinerja BTN lebih baik,”katanya.

Berdasarkan data Bank Indonesia untuk realisasi KPR dan KPA di tipe di atas 70m2 sebanyak Rp 98,3 triliun. BTN sendiri hanya mengambil porsi 6 persen dari angka tersebut.

Chief Economist BTN Agustinus Prasetyantoko di tempat yang sama menambahkan sebanyak 87,36 persen atau sekitar Rp 54,18 miliar seejak penyaluran KPR untuk bangunan tipe 21-70m2 hingga Maret 2013. Untuk tipe 70m2 hanya sekitar 9,85 persen atau Rp 6,1 miliar.

Menurut Agustinus, peraturan baru tersebut justru menguntungkan karena intensitas pembelian properti kedua, ketiga dan seterusnya akan berkurang sehingga dapat menstabilkan pasar properti di pembelian pertama. Nantinya, kata Agustinus lagi,penurunan permintaan itu akan menstabilkan harga di segmen tersebut dan pada gilirannya akan mempengaruhi segmen lain.

“Karena itu selain membuat pasar properti lebih sustainable juga buat segmen BTN lebih stabbil dan ekspansi lebih terjaga,”ujarnya.

Bank Indonesia akan menetapkan aturan uang muka kredit kepemilikan rumah di atas 70 meter persegi. Untuk KPR di atas 70 meter persegi, BI menetapkan uang muka minimal 30 persen bagi kredit pemilikan pertama, minimal 40 persen bagi kepemilikan kedua, minimal 50 persen bagi kepemilikan ketiga, dan seterusnya.?

Aturan ini dibuat setelah BI mencermati pertumbuhan kredit yang signifikan untuk properti yang dimaksud. Mengacu pada data BI per Mei 2013, KPR tipe 70 meter2 naik 25,9 persen dengan baki debet Rp 98,3 triliun. Kredit untuk flat atau apartemen tipe 21 meter2 tumbuh 100,3 persen dengan baki debet Rp 700 miliar. Flat atau apartemen tipe 22 – 70 meter2 tumbuh 111,1 persen dengan baki debet Rp 6,2 triliun. Sementara itu, Flat atau apartemen tipe di atas 70 meter2 tumbuh 60,3 persen dengan baki debet 4,5 triliun.?

RIRIN AGUSTIA?

properti.tempo.co