Pemanfaatan Dinding Kering Dorong Efisiensi Bangunan

Jakarta - Istilah dry wall (dinding kering) mungkin masih terdengar asing di telinga kalangan masyrakat awam. Namun, kemampuan dinding ini tak diragukan lagi, karena sangat efisien sebagai salah satu material ...

  • propertidata
  • 2016.12.27
  • 1448

    view

  • Pemanfaatan Dinding Kering Dorong Efisiensi Bangunan

    Jakarta - Istilah dry wall (dinding kering) mungkin masih terdengar asing di telinga kalangan masyrakat awam. Namun, kemampuan dinding ini tak diragukan lagi, karena sangat efisien sebagai salah satu material bahan bangunan.

    Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI), Hantarman Budiono, mengatakan, drywall merupakan sebuah sistem partisi atau dinding dalam ruangan yang terdiri dari papan gypsum yang dipasang pada sebuah rangka dengan menggunakan bantuan skrup khusus.

    "Karena pemasangannya yang tidak menggunakan campuran semen dan air, maka disebut drywall. Sangat berbeda dengan dinding konvensional pada umumnya yang menggunakan batu bata, campuran semen, pasir, dan air," kata Hantarman kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Selasa (27/12).

    Dalam era modern seperti sekarang ini, lanjut dia, penggunaan dinding kering semakin diminati karena memiliki banyak kelebihan dibanding dinding konvensional. Drywall, kata Hantarman, sejatinya digunakan sebagai dinding, tidak hanya sebagai partisi kantor tetapi juga untuk ruangan-ruangan di rumah, hotel, rumah sakit, apartemen, sekolah, gedung bioskop, hingga museum seni.

    "Patut diingat, papan gypsum yang digunakan untuk drywall ini berbeda dengan papan gypsum untuk plafon, karena merupakan system yang terdiri atas rangka baja ringan yang dilapisi dengan papan gypsum dan direkatkan dengan sekrup khusus untuk drywall, seperti teknologi drywall system yang dimiliki oleh Gyproc," jelasnya.

    Solusi Kebutuhan Hunian

    Gyproc sendiri, jelas Hantarman, merupakan merek papan gypsum yang diproduksi oleh PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI), anak usaha dari Saint-Gobain, perusahaan global asal Perancis yang bergerak di bidang produksi material bangunan.

    "Tahun 2007 merupakan awal di mana papan gypsum Gyproc mulai memasuki pasar Indonesia. Tahun 2014, SGCPI resmi membangun pabrik di Cikande, Banten dengan total nilai investasi sebesar US$ 45 juta yang mampu memproduksi 30 juta meter persegi papan gypsum per tahun," tambahnya.

    Meskipun total konsumsi gypsum di Indonesia masih relatif rendah, kata Hantarman, pihaknya merasa yakin dengan potensi yang ada, pasar Indonesia dapat ditaklukkan. Apalagi, kondisi kebutuhan perumahan di Indonesia pada saat ini masih sangat tinggi.

    "Penggunaan papan gypsum merupakan solusi tepat dalam menjawab kebutuhan hunian, karena produk ini memiliki sifat yang mudah diaplikasikan, cepat dalam pengerjaan, memiliki daya tahan lama, serta ramah lingkungan," kata Hantarman.

    Marketing Director SGCPI, Won Siew Yee, menambahkan, masih rendahnya pemakaian gypsum di Indonesia berbeda dengan negara tetangga, Singapura. Masyarakat disana, lanjut dia, telah banyak menggunakan drywall.

    "Pemerintah Singapura tengah mendorong penggunaan drywall untuk menggantikan dinding bata sebagai usaha perlindungan terhadap lingkungan. Bahkan, keseriusan pemerintah Singapura telah diwujudkan dalam bentuk regulasi dan menargetkan 80 persen dari bangunan-bangunan yang ada, sudah tersertifikasi green mark pada tahun 2030 nanti," tambah Won Siew Yee.

    Feriawan Hidayat/FER

    BeritaSatu.com

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci