Penerima Rumah Gratis Harus Punya Pekerjaan

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Organisasi pengembang Realestat Indonesia (REI) kembali mengadakan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Ramadhan Rumah Impian (RRI). Tahun ini merupakan kelima kalinya REI menggelar program yang khusus menyediakan rumah gratis bagi masyarakat tidak mampu.

Ketua Panitia Penyelenggara RRI Raymond Arfandi mengatakan, tahun ini rumah yang dibagikan dan lokasinya lebih banyak. “Program ini sudah ada sejak lama. Tahun lalu di 8 provinsi, sekarang berkembang di 12 provinsi. Rumah dibagikan gratis pada kaum dhuafa yang belum memiliki rumah,” ujar Raymond di Kantor Pusat BTN, Jakarta, Senin (8/6/2015).

Esensi yang mendasari program ini, lanjut Raymond, pertama adalah bulan Ramadhan. Pada bulan yang penuh berkah ini, REI ingin membagi kebahagiaan dalam bentuk rumah gratis. Esensi kedua adalah impian. Menurut Raymond, dengan memberikan rumah secara gratis, REI berharap bisa mewujudkan mimpi para dhuafa untuk memiliki rumah.

Sejak digelar pada 2010, total rumah yang sudah diberikan mencapai 70 unit. Penerimanya adalah orang yang berhak, layak dan memenuhi kriteria. “Mereka yang selama ini tinggal digubuk, di bawah jembatan, atau di pematang sawah, dijemput untuk mendapatkan unit gratis,” kata Raymond.

Penerima rumah tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Mulai dari kepemilkan sertifikat hingga proses balik nama, semua diberikan secara cuma-cuma. Kriteria calon penerima, tambah Raymond, haruslah memiliki pekerjaan.

REI tidak ingin, calon penerima malah terbebani dengan adanya rumah tersebut karena harus membayar listrik, air, dan biaya pemeliharaan bangunan lainnya. “Apakah tukang cuci, guru ngaji, tukang batu, yang penting punya pekerjaan,” tegas Raymond.

Selain itu, calon penerima diprioritaskan yang tinggal di sekitar 5 kilometer dari rumah baru tersebut supaya tidak terkendala transportasi ke tempat kerjanya. Kriteria lainnya, calon penerima berkelakuan baik, artinya bukan pelaku kejahatan. Jangan sampai saat tinggal di lingkungan baru, penerima rumah malah jadi pembuat masalah.

Tidak hanya itu, calon penerima tidak boleh mengusulkan diri sendiri untuk menerima rumah gratis ini. Calon harus diusulkan oleh teman, keluarga, ataupun pengurus lingkungannya. Proses seleksi tidak dilakukan oleh REI maupun BTN sebagai mitra kerja sama program tersebut.

“Seleksi dilakukan secara independen. Tidak ada satu pun dari kami yang tahu siapa dan bagaimana asal-usul si penerima,” sebut Raymond.

Dia menuturkan, panitia seleksi yang dilakukan oleh Jawa Pos Group, menerima 400-500 formulir yang masuk. Padahal, tahun ini, rumah yang dibagikan hanya 32 unit. Raymond menjelaskan, seleksi berlangsung satu bulan sebelum bulan Ramadhan.

Rumah-rumah ini bertipe mulai dari 36 meter persegi hingga 45 meter persegi. Rumah-rumah tersebut sudah selesai konstruksinya sebelum dibagikan. Rumah akan mulai dibagikan pada 19 Juni 2015 hingga akhir bulan Ramadhan.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me