Lebih Selektif, Anggaran Perumahan untuk Pondok Pesantren 10 Persen

Big Banner

TASIKMALAYA, KOMPAS.com – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan lebih selektif dalam mengalokasikan pembangununan rumah untuk rakyat yang benar-benar membutuhkan.

“Dulu terlalu politicking, lebih dari 50 persen anggaran perumahan rakyat diserap untuk pondok pesantren. Sekarang hal itu tidak akan terjadi lagi. Semua kalangan, agama apa pun, yang benar-benar membutuhkan rumah akan kami sediakan,” tutur Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat kunjungan kerja ke Tasikmalaya dan diterima Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, di Hotel Santika, Senin (8/6/2015).

Meski demikian, Basuki melanjutkan, anggaran perumahan rakyat untuk pondok pesantren tetap akan disediakan. Hanya porsinya tak lebih dari 10 persen. Hal ini ditujukan demi rasa keadilan sehingga pembangunan perumahan akan benar-benar merata.

“Kami akan memetakan siapa saja dan dari kalangan mana saja yang membutuhkan. Ini harus merata dan tidak bisa hanya untuk satu golongan tertentu yang lebih besar sementara yang lain sedikit,” tandas Basuki.

Untuk diketahui dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2009-2014, anggaran perumahan rakyat yang dialokasikan Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) sekitar Rp 13,6 triliun. Sementara anggaran perumahan dalam RPJMN 2014-2019, Bappenas mengalokasikan dana senilai Rp 33 triliun.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me