Nilai Plus Rumah Mungil

Housing-Estate.com, Jakarta - Di kota besar luas rumah memang seharusnya secukupnya saja agar tetap tersedia ruang terbuka yang memadai.Kebanyakan orang mengidamkan rumah besar. Rumah mungil di atas kaveling ...

  • propertidata
  • 2016.12.30
  • 2539

    view

  • Nilai Plus Rumah Mungil

    Housing-Estate.com, Jakarta - Di kota besar luas rumah memang seharusnya secukupnya saja agar tetap tersedia ruang terbuka yang memadai.

    Kebanyakan orang mengidamkan rumah besar. Rumah mungil di atas kaveling kecil kerap dikeluhkan. Padahal di kota-kota besar, rumah mungil adalah keniscayaan. Bukan hanya karena harga tanah yang kian mahal, tapi juga karena di kota umumnya orang lebih banyak beraktifitas di luar rumah. Rumah berfungsi sebagai hotel alias tempat tidur saja. Selain itu di kota yang padat, rumah memang seharusnya kompak, agar tetap tersedia ruang publik dan ruang terbuka yang cukup. Dengan ukuran yang kecil, harga rumah pun lebih terjangkau, selain praktis diurus serta mudah dan murah dipelihara. Itulah nilai plus rumah mungil.

    Kelebihan lain rumah mungil, “kemanamana dekat”, merujuk kepada ruangnya yang terbatas. Pernyataan itu memang kerap dikemukakan sebagai olok-olok, tapi sesungguhnya ada benarnya. “Di rumah mungil, hubungan antar-penghuni akan lebih dekat dan akrab,” kata Farrizky Astrawinata, arsitek dari studio arsitektur Moreids (Jakarta Selatan). Komunikasi penghuni juga lebih lancar, semua masalah di rumah cepat diketahui sehingga bisa dibicarakan segera solusinya, toleransi dan kerjasama lebih mudah dipupuk.

    Bayangkan bentuk relasi, sikap, budaya, dan cara berkomunikasi yang akan muncul di rumah besar dengan setiap penghuni memiliki kamar yang luas dilengkapi kamar mandi dan sarana hiburan sendiri di dalamnya. Cuek, egois, individualistis, dan sibuk dengan urusan masing-masing? Komunikasi pasti lebih tidak mudah, problem penghuni tidak akan cepat diketahui, biaya perawatan rumah juga pasti lebih besar.

    Memang, ruang yang terbatas bisa memicu masalah di rumah mungil. Yaitu, problem ruang gerak yang bisa memicu gesekan atau konflik dan penyimpanan barang. Namun, masalah itu bisa diatasi melalui desain dan penataan ruang serta perubahan gaya hidup. Berikut tipsnya.

    Seperlunya dan Multifungsi

    Ada tujuh ruang yang paling dibutuhkan di sebuah rumah: ruang tamu, ruang keluarga, dapur, ruang makan, kamar mandi, ruang tidur, dan ruang terbuka. Di rumah mungil pastikan yang diadakan hanya ruang yang benar-benar diperlukan. Semua ruang kecuali kamar tidur dan kamar mandi dibuat tanpa sekat. Untuk itu beberapa ruang bisa dibuat dual atau multifungsi. “Misalnya, ruang tamu merangkap ruang keluarga, karena sekarang jarang ada yang bertamu,” kata Farrizky.

    Contoh lain, dapur bisa sekaligus menjadi ruang makan dan ruang kerja atau bahkan ruang tamu, karena tamu yang datang ke rumah biasanya kerabat, teman akrab atau tim kerja. Untuk itu dapur bisa diletakkan di area depan, tidak lagi di belakang. Jadi sambil memasak, penghuni bisa berbincang dengan tamu atau tim kerjanya. Terkait desain ruang itu, selain kitchen set di dinding dapur bisa dibuatkan ambalan untuk meletakkan pesawat TV dan buku-buku. Tempat makan dekat dapur bisa berupa minibar, atau meja kecil bulat dengan rak tempat menaruh makanan di bawahnya dilengkapi 2–4 empat kursi mungil tanpa lengan. Saat tidak digunakan, minibar atau meja makan itu bisa difungsikan sebagai tempat duduk tamu, tempat bekerja atau belajar.

    Next : Kamar Mandi

    Laman: 1 2 3 4

    housing-estate.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci