Makassar Siapkan “Drone” untuk Tangani Kecelakaan

Big Banner

MAKASSAR, KOMPAS.com – Kota Makassar semakin mantap mewujudkan kota yang cerdas. Setelah memiliki “smart card” dan “home center”, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menyiapkan “Carester”.

“Carester itu kepanjangannya Care and Rescue Center. Belum ada di Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Dani ini kepada Kompas.com, Rabu (10/6/2015).

Dani menjelaskan, dalam misi penyelamatan atau tanggap darurat (rescue) terdapat tiga peran utama yaitu pemadam kebakaran, ambulans, dan polisi. Untuk itu, saat ini tersedia 11 unit pemadam kebakaran dan 48 armada ambulans (home center). Untuk kepolisian, Dani menyiapkan motor khusus.

Sementara untuk fasilitas pelayanan (care), telah disiapkan 400 jenis layanan, mulai dari masalah rumah misalnya bocor pipa, hingga layanan umum seperti penebangan pohon.

Menyangkut kriminalitas dan kecelakaan, Dani akan menggunakan teknologi pesawat tanpa awak atau drone. Pesawat ini akan dihubungkan dengan tombol bahaya (panic button) di dalam ponsel pengguna.

Panic button sebelumnya memang sudah diluncurkan di Makassar. Aplikasi ini bekerja sama dengan Microsoft. “Kita lagi susun regulasi supaya tiap orang punya nomor ponsel seluler resmi yang didaftarkan. Nomor ini yang dipakai pada aplikasi panic button,” jelas Dani.

Jika suatu saat pemegang ponsel mengalami kecelakaan, koordinat akan terekam pada nomor ponsel tersebut. Kemudian, sebuah drone akan dikirimkan ke lokasi kecelakaan.

Kecelakaan ini dimonitor lewat kamera dan gambar akan diterima langsung oleh petugas Carester. Setelah itu, petugas akan memutuskan penanganan yang dibutuhkan berdasarkan seberapa parah kecelakaan tersebut.

“Misalnya ada kecelakaan 10 orang, penanganannya kan beda sama kecelakaan 1 orang,” sebut Dani.

Ia juga mengatakan, akan ada 6 carester yang dibangun. Saat ini, proses tender untuk membangun gedung, beserta sistem dan kameranya sudah dibuka.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me