Pembangunan Infrastruktur Gairahkan Properti di Bogor

JAKARTA Pembangunan sejumlah infrastruktur transportasi yang menautkan Bogor dengan Jakarta menggairahkan bisnis properti di kawasan tersebut. Infrastruktur itu mencakup kereta ringan (light rail train/LRT) ...

  • propertidata
  • 2017.01.03
  • 587

    view

  • Pembangunan Infrastruktur Gairahkan Properti di Bogor

    JAKARTA – Pembangunan sejumlah infrastruktur transportasi yang menautkan Bogor dengan Jakarta menggairahkan bisnis properti di kawasan tersebut. Infrastruktur itu mencakup kereta ringan (light rail train/LRT) dan jalan tol.

    “Kami sangat berharap perbaikan infrastruktur dan transportasi ini berdampak sangat positif terhadap permintaan properti di Bogor, baik dari segi jumlah maupun harga,” papar Managing Director PT Megapolitan Developments TbkRonald Wihardja, kepada Investor Daily, saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (3/1).

    Dia menambahkan, pihaknya yakin seiring dengan beroperasinya LRT, Tol Cijago, dan Tol Desari akan membuat pemulihan permintaan properti lebih cepat Depok dan Bogor. Percepatan pemulihan itu dinilai akan lebih cepat dibanding banyak areal lain yang tidak mendapatkan perbaikan infrastruktur.

    “Proyek kami yang terdampak langsung oleh pembangunan LRT dan Tol Cijago adalah proyek Podomoro Golf View di Cimanggis, Bogor,” papar Wibisono, investor relations PT Agung Podomoro Land Tbk, kepada Investor Daily, saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.

    Pembangunan LRT kini telah mencapai tahap pembangunan tiang-tiang penyangga yang terletak di sisi jalan tol Jagorawi. LRT yang dibangun BUMN PT Adi Karya Tbk itu memiliki rute Cibubur ke Cawang. Kelak, dari Bogor hingga Cawang. LRT ditargetkan beroperasi pada 2018. Sedangkan tol Cijago menyambungkan kawasan Depok ke tol Jagorawi yang sudah lebih dulu beroperasi.

    Bila keseluruhan infrastruktur transportasi itu beroperasi diyakini dapat mendongkrak harga properti yang berada di sekitarnya. Namun, untuk saat ini, baik Ronald maupun Wibisono masih sulit memprediksi fluktuasi atau peningkatan harganya.

    “Sulit untuk memperdiksi peningkatan harga karena sangat terpengaruh pada permintaan. Jika permintaan meningkat drastis sehingga proyek berpotensi kehabisan, maka harga juga akan turut meningkat tajam,” ujar Ronald.

    Pastinya, kata Wibisono, saat ini, tiga menara apartemen di proyek Podomoro Golf View telah terjual berkisar 80-90%. “Kalau soal harga masih tetap di bawah Rp 9 juta per meter persegi,” kata dia.



    Edo Rusyanto/EDO

    Investor Daily

    beritasatu.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci