Hotel Khusus Ekspatriat Jepang Mulai Dibangun

Big Banner

BEKASI, KOMPAS.com – Tingginya permintaan fasilitas akomodasi (perhotelan) di kawasan industri sekitar Cikarang, dan Bekasi, menstimulasi PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk mengembangkan Enso Hotel.

Menurut CEO PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk., Yosihiro Kobi, Enso Hotel hadir dengan penawaran yang berbeda. Tidak hanya dalam desain arsitektural bangunan, melainkan juga kualitas pelayanan, dan fasilitas spesifik yang sangat dibutuhkan para pelancong bisnis (business traveler), terutama asal Jepang sebagai pasar sasaran.

“Enso Hotel fokus pada pengalaman tidur yang berbeda, kesegaran, dan koneksi internet bebas hambatan. Kami juga melengkapinya dengan ruang multifungsi, restoran, bar, dan sarana rekreasi,” tutur Kobi kepada Kompas.com, usai seremoni peletakan batu pertama Enso Hotel di Bekasi, Senin (15/6/2015).

Lebih lanjut Kobi menjelaskan, “Enso” merupakan sebuah simbol dalam kebudayaan Jepang berupa goresan tangan berbentuk lingkaran yang lahir ketika pikiran membebaskan tubuh untuk berkreasi. Melalui layanan serta keramahtamahan khas Jepang “omotenashi”, Enso Hotel diyakini dapat menciptakan suasana tenang bagi tamunya. 

Hotel berkapasitas 193 unit kamar ini dibangun di atas lahan seluas 3.600 meter persegi. Lokasinya berada di dalam area komersial Kawasan Industri MM2100 dan dapat diakses dari pintu Tol Jakarta-Cikampek. 

Enso Hotel merupakan bagian dari strategi bisnis PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk untuk tetap berproduksi dan melakukan ekspansi di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil.

Oleh karena itu, dengan investasi senilai 10 juta dollar AS (Rp 133 miliar), Enso Hotel diharapkan dapat berkontribusi terhadap pendapatan berkelanjutan (recurring income) perseroan sebesar 3 juta dollar AS (Rp 40 miliar) hingga 4 juta dollar AS (Rp 54 miliar) dalam satu tahun pertama operasi.

“Kami menetapkan tarif kamar per malam sekitar Rp 700.000 per malam dengan target 
gross operating profit sekitar 50 persen,” tandas  Direktur PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk Erick Wihardja.

Erick menambahkan, selain pengembangan hotel, perseroan juga akan membangun properti komersial lainnya yakni perkantoran di kawasan yang sama dengan estimasi nilai investasi sebesar 10 juta dollar AS. 

Dana untuk investasi kedua properti komersial tersebut, kata Erick, dialokasikan dari belanja modal perseroan yang telah diputuskan sebanyak 60 juta dollar AS (Rp 800 miliar). Sementara sebagian besar sisanya untuk keperluan akuisisi lahan, pembangunan pergudangan, dan lain-lain.

“Kami juga sekarang tengah membebaskan lahan sebagai land bank masa depan, dan akan dikembangkan secara bertahap,” pungkas Erick.

properti.kompas.com