Januari 2016, Masyarakat Bogor Bisa Menikmati Layanan Teknologi 4G

Big Banner

BOGOR, KOMPAS.com – Teknologi 4G bisa dinikmati masyarakat Kota Bogor sekitar November 2015, atau demi kesempurnaan layanan, paling lambat 1 Januari 2016. Dengan teknologi ini, masyarakat Bogor dapat mengakses informasi yang terkait Kota Bogor melalui ponsel pintar.

Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Rudiantara memastikan hal tersebut usai Workshop Seri ke-3 dengan tema Smart Community For Smart City, yang digagas Smart Indonesia Initiatives (SII) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor, Selasa (16/6).

Rudiantara mengatakan peralihan teknologi 3G ke 4G sejatinya sudah dimulai di Indonesia bagian Timur. Untuk Kota Bogor sendiri akan dilakukan menjelang 2015 berakhir atau awal tahun 2016. 

“1 Januari 2016 bisa dimulai,” ujar Rudiantara.

Selain memastikan rencana peralihat teknologi 3G ke 4G, Rudiantara juga menjelaskan pemahaman mengenai smart city atau kota cerdas sebagai layanan yang diberikan pemerintah kota kepada masyakaratnya. 

Pelayanan itu bisa berupa pelayanan informasi maupun pelayanan lain dengan mengunakan teknologi informasi. “Ada dua sistem besar yang diterapkan pemerintah kota dalam pemanfaatan teknologi informasi atau information technology (IT),” ujar dia.

Pertama untuk memantau situasi yang terjadi di lapangan dan kedua, ditujukan untuk mendukung pertumbuhan kegiatan bisnis maupun kegiatan masyarakat. 

Kota Bogor sebagai penyangga ibu kota telah memanfaatkan IT, termasuk dalam memantau situasi lapangan. Khususnya situasi kepadatan lalu lintas pada saat akhir pekan.

“Setiap kali orang datang ke Kota Bogor yang pertama ada di dalam pikiran mereka adalah macet. Ini adalah penyakit utama di Kota Bogor,” ujar Rudiantara.

Itu sebabnya kondisi lalu lintas dipantau dengan memanfaatkan IT. Selain itu, banyak peluang yang dapat dikembangkan dalam pemanfaatan IT untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. 

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, menambahkan, Pemerintah Kota Bogor bercita-cita ingin menjadikan Bogor sebagai green city dan green transportation melalui pemanfaatan Bogor Green Room. 

“Meskipun belum maksimal, kami berharap betul command center ini menjadi yang terdepan di Indonesia dan didukung Menkominfo,” kata Bima.

Menurut Bima, tidak ada artinya perangkat canggih tersebut dibangun kalau kemudian tidak ada koneksinya dengan kebijakan dan perubahan. Untuk itu Pemerintah Kota Bogor akan terus menyempurnakan perangkat yang ada di Green Room.

Saat ini di Bogor Green Room tengah dikembangkan antara lain disaster management yang akan menampilkan ketinggian air di Bendungan Katulampa, indentitas pohon-pohon dan smart energy untuk mendeteksi marka Penerang Jalan Umum (PJU) yang mati, serta smart tourism, smart school, dan smart health.

Bogor Green Room diharapkan bisa membantu Pemerintah Kota Bogor dalam mengurai persoalan menahun dan kronis seperti kemacetan. Hal itu dilakukan dengan pemasangan beberapa perangkat seperti vehicle tracking via GPS, layanan pemantauan lalu-lintas melalui CCTV, pengintegrasian sistem dengan semua dinas dan pengaduan masyarakat, serta pembangunan sistem sosial media twiter yang wajib dimiliki setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Teknologi untuk efisiensi, transparansi, dan untuk mendorong partisipasi dari publik,” lanjut Bima.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me