Permintaan Meningkat, Pembangunan Rumah Rakyat Harus Optimal

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membagi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari APBN 2017 ke dalam beberapa sektor.Dari anggaran yang disepakati ...

  • propertidata
  • 2017.01.04
  • 693

    view

  • Permintaan Meningkat, Pembangunan Rumah Rakyat Harus Optimal

    JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membagi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari APBN 2017 ke dalam beberapa sektor.

    Dari anggaran yang disepakati bersama dengan Komisi V DPR RI, Kementerian PUPR mendapat 4,88 persen dari total belanja negara yakni sebanyak Rp 101,496 triliun untuk anggaran selama 2017 ini.

    Anggaran tersebut paling besar dialokasikan ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga sebesar 40,78 persen atau sekitar Rp 41,93 triliun untuk pembangunan infrastruktur konektivitas antar-wilayah di Indonesia.

    "Memang paling besar karena fokus Kementerian PUPR adalah mengoptimalkan jalan atau jalan tol. Jadi saya pikir prioritasnya tahun ini bagaimana agar pembangunan infrastruktur dasar jalan bisa maksimal karena perannya sangat vital," kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede, kepada Kompas.com, Rabu (4/1/2017).

    Jika dibandingkan dengan alokasi anggaran pembiayaan perumahan yang paling kecil atau hanya 0,23 persen (sekitar Rp 240 miliar), Josua beranggapan skala prioritas Kementerian PUPR memang pembangunan infrastruktur konektivitas.

    Kendati begitu, Josua tetap berharap agar anggaran yang ada untuk pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap bisa optimal pada tahun ini.

    "Saya pikir anggarannya cukup besar dan sekarang permasalahannya adalah bagaimana mengoptimalkan anggaran itu supaya FLPP ini bisa tersalurkan karena demand-nya terus meningkat," tambah dia.

    Beberapa program konektivitas yang akan dikerjakan oleh Kementerian PUPR sepanjang 2017 ini adalah pembangunan jalan baru sepanjang 828 kilometer dan pembangunan jalan tol sepanjang 138 kilometer.

    "Pembangunan tol trans Jawa dan trans Sumatera sebagai komitmen pemerintah, pembangunan jalan trans Papua yang saat ini tinggal 176,1 kilometer dan kemudian pembangunan jalan di perbatasan Kalimantan, NTT dan Papua akan kita teruskan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, beberapa waktu lalu.

    Pembangunan jalan perbatasan, lanjut Basuki akan menjadi program prioritas dalam hal konektivitas.

    Selain jalan, Kementerian PUPR juga akan membangun jembatan sepanjang 11.855 meter, termasuk bentang panjang Jembatan Teluk Kendari, Jembatan Holtekamp, dan Jembatan Pulau Balang.

    Kemudian melakukan peningkatan jalan sepanjang 807 kilometer dan peningkatan jembatan sepanjang 566 kilometer.

    "Untuk pembangunan jalan tol tahun 2017 sepanjang 23 kilometer di antaranya Tol Medan-Kualanamu, Tol Akses Tanjung Priok, Tol Cisumdawu, Tol Solo-Kertosono, Tol Balikpapan-Samarinda, dan Tol Manado-Bitung," ungkap Basuki.

    properti.kompas.com

    Kalau kamu suka artikel ini, ayo klik Suka!

    Menyajikan berita infotainment setiap hari

    Beritahu artikel ini pada teman
    • Tweet
    • Share

    Artikel pada kategori yang sama

    Artikel terkait

    Kata Kunci Terkait

    Cari artikel rangkuman dari kata kunci