Alam Sutera Siapkan Rp 1 Triliun Belanja Lahan

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) menyiapkan dana senilai Rp 1 triliun sebagai belanja modal tahun ini yang akan dialokasikan untuk mengakuisisi lahan pengembangan proyek perseroan.

Division Head Corporate Finance and Investor Relations PT Alam Sutera Realty Tbk, Vincent T Sjahbana, mengatakan hal tersebut kepada Kompas.com, Rabu (17/6/2015).

“Dana belanja modal untuk membeli lahan itu sepenuhnya berasal dari kas internal perseroan,” ujar Vincent.

Saat ini, Alam Sutera memiliki bank lahan seluas 2.300 hektar. Sebagian besar di antaranya yakni 1.600 hektar berada di Svarna Sutera, sementara di Alam Sutera sekitar 400 hektar, Garuda Wisnu Kencana, Bali, 60 hektar, dan sisanya di Tanjung Pinang, Riau, dan Puncak, Bogor.

Vincent menuturkan, hingga hari ini progres penjualan produk-produk perseroan berjalan cukup baik. Per April 2015, ruko perdana yang diluncurkan di kawasan Svarna Sutera, di Pasar kemis Tangerang, terjual habis. Demikian halnya dengan Kota Ayodhya, Alam Sutera Serpong, yang terjual sebanyak 1.800 unit dalam empat menara.

Sementara gedung perkantoran The Prominence di Alam Sutera, menurut Vincent, diminati calon pembeli potensial dan sedang dalam tahap negosiasi. ASRI juga sedang melakukan penjajakan dengan beberapa klien potensial sebagai penyewa gedung perkantoran The Tower yang berlokasi di koridor Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

“Klien-klien potensial ini akan mengokupasi The Tower seluas 18.000 meter persegi,” buka Vincet tanpa menyebut nama klien-klien tersebut.

Seluruh proyek tersebut, imbuh Vincent, saat ini sedang dikebut pengerjaannya dan diharapkan berjalan sesuai jadwal. The Prominence ditargetkan selesai tahun ini. Sedangkan The Tower dan Kota Ayodhya rampung pada tahun 2016.

Target 2015

Untuk pencapaian tahun 2015, ASRI menargetkan penjualan (marketing sales) senilai Rp 5,8 triliun. Angka ini jauh lebih tinggi ketimbang realisasi tahun lalu sebesar Rp 4,3 triliun. Diharapkan proyek-proyek yang sedang dikerjakan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan perseroan. 

Tahun lalu, pendapatan (total revenue) ASRI mencapai Rp 2,6 triliun dengan laba bersih Rp 1,17 triliun.

“Untuk tahun ini perseroan masih memfokuskan pengembangan pada proyek-proyek yang telah ada,” cetus Vincent.

properti.kompas.com