Total Investasi Tol Terpanjang Indonesia Rp 13,7 Triliun

Big Banner

CIKOPO, KOMPAS.com – Nilai investasi Jalan Tol Cikopo-Palimanan yang menghubungkan Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Cirebon, membengkak menjadi Rp 13,7 triliun. Sebelumnya, PT Lintas Marga Sedaya selaku pemegang konsesi pengusahaan jalan tol ini mengasumsikan nilai investasi sebesar Rp 12,56 triliun.

“Sesuai rancangan bisnis (business plan), kami mengalokasikan dana untuk investasi senilai Rp 12,56 triliun. Namun, dalam perkembangannya kemudian, terjadi penambahan investasi dengan jumlah total menjadi Rp 13,7 triliun,” papar Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya, Hudaya Arryanto, kepada Kompas.com, di kantor pengelola Tol Cikopo-Palimanan, Cikopo, Kamis (18/6/2015).

Hudaya menerangkan, penambahan dana investasi itu disebabkan banyaknya permintaan warga di sekitar kawasan yang dilintasi jalan tol ini yang mengajukan permintaan dana pembangunan baik untuk infrastruktur jalan lingkungan, maupun irigasi.

“Mereka mengajukannya melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) setempat, dan kami mengakomodasinya,” tambah Hudaya.

Meskipun total investasi membengkak, Hudaya yakin, pengembalian investasi bisa berjalan sesuai dengan rencana bisnis yang sudah diperhitungkan sebelumnya. Dengan konsesi selama 35 tahun, PT Lintas Marga Sedaya dapat menghasilkan profit seperti yang diharapkan.

Bisnis jalan tol, tambah dia, merupakan bisnis yang padat modal. Terlebih Tol Cikopo-Palimanan yang secara komersial sangat menarik untuk digarap. Dari hitung-hitungan studi kelayakan, nilai investasi sebesar Rp 13,7 triliun dapat ditutupi dengan tarif Rp 823 per kilometer atau Rp 96.000 untuk kendaraan golongan satu dengan jarak terjauh.

“Sementara kendaraan golongan II hingga lima dihitung per satu setengah kali lebih besar dari penetapan tarif untuk kendaraan golongan I,” jelas Direktur PT Lintas Marga Sedaya, Edwin Sas Goenarto.

Mari kita hitung, dengan jumlah kendaraan rerata yang keluar dari gerbang Tol Palimanan sebanyak 35.000 unit per hari, maka untuk golongan I saja, PT Lintas Marga Sedaya akan menangguk Rp 3,360 miliar. Belum dari golongan II-V.

Selain dari tarif tol, sumber pendapatan PT Lintas Marga Sedaya akan berasal dari penyewaan tempat istirahat (TI). TI di sepanjang 116,754 kilometer ini berjumlah 8 buah, masing-masing 4 TI tipe A seluas 4 hektar yang dilengkapi SPBU, masjid, ATM, 20 kios UKM, dan spot-spot khusus untuk peritel besar. Serta 4 TI tipe B tanpa SPBU, namun berbasis fungsi dasar.

Hudaya mengungkapkan, hingga saat ini terdapat tiga perusahaan restoran besar yang terafiliasi dengan Perusahaan Otobus Nasional yang selama ini sudah beroperasi di TI-TI ruas tol eksisting macam Tol Cipularang atau pun Tol Jakarta-Cikampek.

Berikut video perjalanan Tim Kompas.com menyusuri Tol Cikopo-Palimanan:

Kompas Video Menjajal Tol Cipali

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me