Tol Cikopo-Palimanan Membuka Pasar Baru bagi Sektor Properti

Big Banner

CIKOPO, KOMPAS.com – Beroperasinya Jalan Tol Cikopo-Palimanan diyakini bakal membuka pasar (market) baru bagi sektor properti. Pasar baru ini adalah para pebisnis yang selama ini ulang alik melalui jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Presiden Direktur PT Grahabuana Cikarang, Sutedja Sidarta Darmono, mengungkapkan pendapatnya terkait prospek kawasan di sekitar Tol Cikopo-Palimanan, kepada Kompas.com, Kamis (18/6/2015). 

Sutedja memprediksi bisnis dan industri properti akan semakin menggeliat terutama untuk perumahan, perhotelan dan properti komersial macam ruang ritel kelas convenience store. Permintaan akan mengalami pertumbuhan seiring dengan semakin banyaknya penglaju yang sebelumnya melintasi Jalur Pantura beralih ke tol dengan panjang 116,754 kilometer ini.

“Jalur Tol Cikopo-Palimanan membuat nyaman bagi bertumbuhnya pasar baru di sekitar Purwakarta, Subang, Majalengka, Indramayu, Cirebon, Brebes, Tegal, Kendal, Pekalongan, dan Semarang serta kawasan Pantura lainnya,” jelas Sutedja.

Betapa tidak, menurut Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya, Hudaya Arryanto, pengguna kendaraan yang melintasi Jalan Tol Cikopo-Palimanan akan sebanyak 35.000 orang per hari.

“Angka ini demikian besar dan sangat potensial untuk bertumbuhnya bisnis ikutan. Terutama komersial ritel. Untuk itulah kami membangun tempat-tempat istirahat (TI) yang disewakan kepada tenan lokal maupun nasional,” terang Hudaya.

Kawasan Industri

Selain bisnis perumahan, perhotelan, dan ruang ritel komersial, sebut Sutedja, bisnis lainnya yang bakal punya prospek cerah adalah kawasan industri. Kendati belum merasakan langsung dampak dari pembukaan tol ini, tambah Sutedja, Kawasan Industri Kendal (KIK) di Kendal, Jawa Tengah, diminati banyak perusahaan.

“Peminat yang ingin membuka usahanya di KIK mulai berdatangan dan tertarik membuka industrinya di KIK. Kami tentu menyambutnya dengan gembira. Saat ini banyak peminat yang melakukan pembicaraan serius. Diharapkan hal itu berlanjut ke komitmen investasi,” tandas Sutedja.

KIK sendiri bukan sekadar kawasan industri, melainkan kota mandiri yang merupakan kolaborasi strategis antara PT Jababeka Tbk, melalui anak usaha PT Grahabuana Cikarang, dengan raksasa investasi Singapura, Temasek Holdings. 

Temasek masuk melalui Sembawang Corporation. Baik PT Grahabuana Cikarang maupun Sembawang Corporation menyertakan modal sebesar masing-masing 51 persen dan 49 persen dari total Rp 1,2 triliun yang disetor melalui PT Kawasan Industri Kendal. 

Pengembangan kota mandiri seluas 2.000 hektar ini, akan menduplikasi kota mandiri Jababeka City. Di dalamnya mencakup lahan industri sebanyak 10 zona, masing-masing memiliki luas 200 hektar, 15.000 hunian yang dilengkapi properti komersial, pusat bisnis dan fasilitas penunjang. 

properti.kompas.com