Karena Pemilu, Pertumbuhan Harga Rumah di London Turun

Big Banner

KOMPAS.com – Harga rumah di Britania Raya meningkat sebesar 5,5 persen hingga April 2015. Sebelumnya, pertumbuhan harga rumah sempat turun 9,6 persen per Maret 2015. Hal tersebut terjadi di London yang bahkan mengalami penurunan yang lebih curam.

Data dari Kantor Statistik Nasional menunjukkan pertumbuhan harga di London turun dari 11,2 persen menjadi 4,3 persen selama 12 bulan, April tahun sebelumnya. Ini adalah peningkatan terendah dari pertumbuhan harga di ibu kota Inggris sejak Oktober 2012.

Sebuah rincian menunjukkan, harga rumah termasuk inflasi tahunan adalah 5,8 persen di Inggris, 1,3 persen di Wales, 2,2 persen di Skotlandia dan 8,8 persen di Irlandia Utara.

Secara keseluruhan, laju pertumbuhan harga rumah tahunan anjlok pada sebagian besar daerah di Britania Raya. Namun, laju pertumbuhan ini meningkat sebesar 9,6 persen di timur dan 8,4 persen di tenggara Inggris.

Di luar London, harga rumah Inggris meningkat sebesar 5 persen dalam 12 bulan hingga April 2015. Sementara secara musiman, rata-rata harga rumah turun 1,3 persen antara bulan Maret dan April 2015.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa pada bulan April 2015, harga yang dibayar oleh pembeli pertam adalah 5,8 persen lebih tinggi daripada rata-rata pada bulan April 2014. Untuk pemilik rumah kedua dan seterusnya, harga meningkat 5,4 persen pada periode yang sama.

CEO Marsh & Parsons, Peter Rollings, beranggapan bahwa nilai properti di timur dan tenggara Inggris telah terlihat adanya peningkatan terbesar secara tahunan.
 
“Tapi, ini hanya bagian awal dari perlambatan yang lebih luas, ketika kami melihat adanya persaingan pemilu, dan ketika permintaan harus berhadapan dengan tingginya pajak,” katanya.

Sekarang, lanjut Rollings, pemilu telah usai. Barometer pasar properti baru-baru ini menunjukkan kondisi yang menguntungkan dengan suku bunga KPR yang rendah dan biaya materai murah. Hal ini menambah kepercayaan pembeli.

Pada garis depan pasar properti, terlihat lonjakan pendaftaran pembeli baru sebesar 5 persen sejak Mei. “Kami melihat adanya ‘serangan’ baru pada aktivitas transaksi sebagai hasilnya. Ini bisa membantu pertumbuhan harga,” tambahnya.

Menurut Graham Davidson, Direktur Sequre Property Investment, kegelisahan pra-pemilu dan ketidakpastian menjadi faktor kunci dalam perlambatan harga properti London. Bersamaan juga dengan pergeseran dalam pola membeli di luar negeri, yang selama bertahun-tahun lebih memengaruhi pasar.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me